Page 51 - MODUL TEORI BELAJAR
P. 51
diperlukan sehingga apa yang menjadi cita-cita mengajar selama ini dapat berhasil
dalam pelaksanaannya.
d. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
Model pembelajaran mempunyai lingkungan belajar yang kondusif serta nyaman,
sehingga suasana belajar dapat menjadi salah satu aspek penunjang apa yang
selama ini menjadi tujuan pembelajaran. (Trianto, 2010).
2. Jenis-jenis Model Pembelajaran
Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun tentang Standar Proses, model
pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model
pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning), model pembelajaran Discovery
(Discovery Learning), model pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning),
Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) dan model pembelajaran
berbasis permasalahan (Problem Based Learning).
1) Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)
Model pembelajaran Discovery Learning mengarahkan siswa untuk
memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya
sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005: 43). Penemuan konsep
terjadi bila data dari guru tidak disajikan dalam bentuk akhir, tetapi dalam bentuk
proses (never ending process). Dengan penggunaan model pembelajaran
discovery learning siswa didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin
diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorganisasi
atau membentuk (konstruksi) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam
suatu bentuk akhir.
Tujuan dari model pembelajaran Discovery Learning adalah: a)
meningkatkan kesempatan peserta didik untuk teribat aktif dalam pembelajaran;
b) membantu peserta didik belajar menemukan pola dalam situasi konkritmeupun
abstrak; c) membantu peserta didik belajar merumuskan strategi tanya jawab dan
memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan; d) membantu
peserta didik membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi
nformasi serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide orang lain; dan e)
meningkatkan keterampilan konsep dan prinsip peserta didik yang lebih
bermakna.
2

