Page 5 - Buku Kriteria-makanan-halal-dan-haram
P. 5
KAIDAH FIQIH: HUKUM ASAL SEGALA SESUATU
(MAKANAN, BINATANG, DLL) ADALAH HALAL KECUALI
JIKA ADA DALIL SYAR’I YANG MENGHARAMKANNYA
Kaidah ini disimpulkan oleh para ulama dari beberapa
ayat Al-Qur‟an, di antaranya firman Allah لجوزع:
ّ ّ
ِ
ِ
َّ
اعيجَ ِ ضرَ ِ مُ ام ف ْ لْا ْ َ قَ كَ ل َ َ لخ يذلا وى َ ُ
َ
ْ
ً
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi
untuk kamu”. (QS. Al-Baqarah: 29)
Ayat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu (termasuk
makanan dan binatang) yang ada di bumi adalah nikmat dari
Allah, maka ini menunjukkan bahwa hukum asalnya adalah
halal dikonsumsi dan boleh dimanfaatkan untuk keperluan
lainnya, karena Allah tidaklah memberikan nikmat kecuali
yang halal dan baik.
Dan berdasarkan firman-Nya pula:
ِ
ِ ِ
ويَ لإ تررُ طضا َ َِّ لإ ام مُ كيَ لع مرح مُ ام ْ َ كَ ل لصف دقو
َّ َ
َْ
َّ
ُْ ْ
ْ ْ َ
ْ
َ
ْ
َ َ
َ
“Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu
apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang
terpaksa kamu memakannya”. (QS. Al-An‟am: 119)

