Page 35 - 156-PENERAPAN_RANGKAIAN_ELEKTRONIKA
P. 35

PENERAPAN RANGKAIAN
                                                                  ELEKTRONIKA
               KATA KUNCI


         cara kerja SCR, SCS, triac, diac, karakteristik scr




         PENDAHULUAN


            Histeresis adalah perilaku atau sifat suatu sistem di mana sistem gagal untuk
       kembali  ke keadaan  semula atau  sebelumnya,  setelah  penyebab  perubahan  ini
       dihilangkan. Mungkin analogi sederhana dari histeresis ini dapat dijelaskan dengan
       aksi mekanis sakelar toggle; ketika kita menekan tuas sakelar, posisi sakelar akan
       berubah dari hidup ke mati atau dari mati ke hidup. Bahkan jika kita menghapus sumber
       posisi sakelar (tangan kita tidak lagi menekan sakelar sakelar), sakelar akan tetap pada
       posisinya dan tidak kembali ke keadaan semula. Kemudian untuk menjelaskan tidak
       adanya sifat atau perilaku histeris dapat digambarkan dengan tindakan atau tindakan
       menekan tombol push (unlock) sejenak kemudian kita lepaskan tangan kita (tidak lagi
       menekan), maka sistem tombol push segera dan sepenuhnya kembali ke keadaan atau
       posisi sebelumnya tanpa perilaku kait. Thyristor adalah komponen semi konduktor
       yang menunjukkan perilaku histeresis.
















                                       Gambar 2.1 saklar
         Sumber: https://teknikelektronika.com/wp-content/uploads/2018/10/Jenis-jenis-saklar-mekanis-mechanical-switch.
                                         png?x73837
            Transistor  bipolar  (BJT),  transistor  efek  medan  (JFET),  dan  MOSFET  adalah
       perangkat nonhisteris. Ini berarti bahwa semua perangkat ini tidak memiliki sifat
       untuk mengunci (mengunci) keadaan setelah dirangsang oleh tegangan atau sinyal
       arus. Sementara thyristor adalah perangkat semikonduktor yang cenderung tetap
       “hidup” setelah diaktifkan dan cenderung tetap “mati” setelah dimatikan, bahkan
       setelah pemicu perubahan status diambil atau dihapus. Dengan demikian thyristor
       berguna sebagai perangkat switching on/ off - seperti saklar beralih - dan tidak dapat
       digunakan sebagai penguat sinyal analog.
            Thyristor dibangun menggunakan teknologi yang sama dengan transistor
       bipolar  (BJT),  bahkan  thyristor  biasa  dianalisis  sebagai  rangkaian  yang  terdiri  dari
       sepasang transistor. Lalu bagaimana cara perangkat atau perangkat histeris (thyristor)
       dibuat dari perangkat non-histeris (transistor)? Jawaban atas pertanyaan ini adalah
       umpan balik positif, juga dikenal sebagai umpan balik regeneratif. Perlu diingat,
       umpan balik adalah suatu kondisi di mana persentase sinyal output diberikan atau
         20                                                       TEKNIK ELEKTRONIKA
                                                                      INDUSTRI
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40