Page 44 - 156-PENERAPAN_RANGKAIAN_ELEKTRONIKA
P. 44
PENERAPAN RANGKAIAN
ELEKTRONIKA
MATERI PEMBELAJARAN
sebagai “holding current”. Arus penahanan biasanya berkisar dari 1 mili
ampere hingga 50 mili ampere atau lebih untuk unit yang lebih besar.
Untuk pengujian lengkap, pelatuk dapat diuji dengan sakelar
tegangan. Untuk menguji batas tegangan gangguan, tegangan suplai DC
dapat ditingkatkan hingga SCR aktif dan mengunci sendiri (tanpa harus
menekan).
Hati-hati saat menggunakan uji voltase kerusakan karena mungkin
memerlukan tegangan sangat tinggi. Dalam bentuknya yang sederhana,
sirkuit uji SCR dapat mencukupi sebagai sirkuit kontrol start/ stop untuk
motor DC, lampu atau beban praktis lainnya.
b. Rangkaian kontrol start/ stop motor DC
Gambar 2.13 kontrol motor dc dengan scr
Sumber: https://i.electronics-council.com/electronics-img/textbook/881/silicon- controlled-rectifier-6.png
Contoh penggunaan SCR di sirkuit DC adalah perangkat atau
perangkat linggis yang berfungsi untuk melindungi terhadap tegangan
lebih (tegangan lebih). Sirkuit linggis terdiri dari SCR yang dikirim secara
paralel dengan output dari catu daya DC. Kerusakan pada SCR dan catu
daya dapat dicegah dengan pemasangan yang benar dan menantang
sekering atau hambatan seri besar setelah SCR untuk meningkatkan arus
hubung singkat dari rangkaian.
c. Rangkaian power supply DC
Gambar 2.14 power supply dengan scr
Sumber: https://i.electronics-council.com/electronics-img/textbook/881/silicon-controlled-rectifier-7.png
TEKNIK ELEKTRONIKA 29
INDUSTRI