Page 36 - FLIPBOOK KIMIA MATERI LAJU REAKSI
P. 36
walaupun sudah bertumbukan langsung dengan posisi yang efektif, tetapi ternyata
energi tumbukannya kurang maka tidak akan terjadi reaksi. Energi tumbukan
pereaksi harus dapat membuat awan elektron kedua atom yang bertumbukan saling
tumpang tindih sehingga akan terbentuk ikatan baru. Mengapa untuk tumpang tindih
atom diperlukan energi? Jawabannya karena orbital kulit terluar atom mengandung
elektron yang saling tolak menolak. Dengan energi tumbukan yang cukup maka
orbital akan langsung tumpang tindih lalu bergabung sehingga kedua atom yang
bertumbukan akan tarikmenarik. Dengan kata lain, energi kinetik telah berubah
menjadi energi potensial( gaya tarik menarik). Besarnya energi minimum yang harus
dimiliki oleh molekul pereaksi agar tumbukan antar molekul menghasilkan zat antar
reaksi disebut energi aktivasi (Ea). Energi aktivasi suatu reaksi dibedakan untuk
reaksi eksoterm dan endoterm. Profil diagram energi pada reaksi eksoterm dan
endotrm diberikan pada gambar berikut ini.
Gambar 4.4 Grafik energi untuk reaksi eksoterm dan endoterm
Sumber : Gurusiana.com
Tumbukan antar zat itu pada suhu kamar tidak cukup energi, sehingga setelah
bertumbukan masing-masing kembali kekeadaan semula. Energi minimum yang
harus dimiliki pereaksi sehingga reaksi dapat berlangsung itulah yang disebut energi
aktivasi.
Semua reaksi, eksoterm atau endoterm memerlukan energi aktivasi. Reaksi yang
dapat berlangsung pada suhu rendah, berarti memiliki energi aktivasi rendah.
Sebaliknya reaksi yang memiliki energi aktivasi besar hanya dapat berlangsung pada
suhu tinggi. Energi aktivasi ditafsirkan sebagai energi penghalang (barrier) antara
pereaksi dan produk. Ketika energi aktivasi telah terlewati, maka reaksi dapat
berjalan dan reaktan dapat berubah menjadi produk.
Suatu reaksi terdapat tiga keadaan yaitu keadaan awal (pereaksi), keadaan transisi,
dan keadaan akhir (hasil atau reaksi) / keadaan transisi selalu lebih tinggi dari pada
dua keadaan yang lain, tetapi keadaan awal dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari
pada keadaan akhir. Bila keadaan awaal lebih tinggi reaksi menghasilkan kaor atau
27