Page 17 - SPH - Copy
P. 17

Ginjal juga memiliki sistem pembuluh darah yang kompleks. Arteriola aferen

                  membawa darah masuk ke glomerulus, di mana proses filtrasi utama terjadi. Setelah

                  itu,  darah  keluar  melalui  arteriola  eferen,  yang  kemudian  membentuk  kapiler
                  peritubular  yang  mengelilingi  tubulus  nefron.  Kapiler  peritubular  ini  berfungsi

                  penting  dalam  proses  reabsorpsi  dan  sekresi,  membantu  mempertahankan

                  keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

                        Selain itu, sel interstisial yang terletak di ruang antar-tubulus dan pembuluh
                  darah juga memainkan peran penting. Sel ini menghasilkan hormon eritropoietin,

                  yang  bertanggung  jawab  untuk  merangsang  pembentukan  sel  darah  merah  di

                  sumsum tulang. Hormon ini  sangat penting dalam menjaga kadar oksigen dalam

                  tubuh dan mendukung fungsi metabolisme.
                        Secara  keseluruhan,  jaringan  pendukung  pada  ginjal,  seperti  jaringan  ikat,

                  pembuluh darah, dan sel interstisial, tidak hanya membantu fungsi nefron, tetapi

                  juga menjaga keseimbangan cairan, tekanan darah, dan produksi hormon esensial.

                  Dengan koordinasi yang sempurna, jaringan pendukung ini memastikan ginjal dapat
                  menjalankan perannya secara optimal sebagai organ vital dalam tubuh manusia.


                         Perhatika  video  berikut,  setelah  anda  mengamati  video  tersebut,  buatlah
                         pertanyaan-pertanyaan yang terkait, serta jawaban dari pertanyaan tersebut





















                  Link: https://www.youtube.com/watch?v=AlegaeaH938

                        Questioning (Q)                    Answering (A)          CT1



                                                             7
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22