Page 10 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 10

PROLOG



          Halo, namaku Gina Amalia.
               Buku  ketiga  ini  awalnya  kurajut  sebagai  mesin  waktu;

          sebuah warisan ingatan agar kelak anak kami, Azell, tahu betapa

          besar   ia    diharapkan     dan    bagaimana     orang    tuanya
          memperjuangkan cinta. Aku berharap ini menjadi buku terakhir

          tempatku  menceritakan  seseorang,  sebuah  akhir  yang  manis.

          Namun,  takdir  bercanda  dengan  kejam.  Buku  ini  kehilangan
          tujuannya,  bertransformasi  dari  dongeng  penghangat  tidur

          menjadi monumen bisu yang mengabadikan luka, kehilangan, dan
          akhir yang remuk.

               Semua lara ini bermula dari Ammar Farras, pria keturunan

          Tionghoa berkulit baja yang kuharapkan menjadi ayah Azell. Dia
          dingin, tegas, selalu berjarak, dan kerap berbicara dengan retorika

          kasar  yang  awalnya  terasa  merendahkanku.  Aku  menolaknya

          berulang kali; keraguanku setebal tembok raksasa. Namun, Farras
          menaklukkanku  bukan  dengan  kelembutan,  melainkan  dengan

          keteguhan  yang  tak  kenal  lelah.  Dia  menggunakan  seluruh

          kekerasannya untuk meruntuhkan pertahananku dan menantang
          ketakutanku lewat kehadiran yang konsisten.





                                                                          10
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15