Page 12 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 12
BAB I: TITIK TEMU DIGITAL DI HARI BIASA
13 Oktober: Algoritma dan Kejutan Awal
Tiga belas Oktober. Hari itu terasa seperti hari-hari biasa di
musim hujan yang tertunda. Langit Jakarta masih bergelayut abu-
abu meskipun jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Sebuah
tanggal biasa yang ditakdirkan untuk diukir.
Aku sedang dalam fase lelah mental, menggulirkan jari di
atas layar ponsel dengan kecepatan acuh tak acuh. Aplikasi
kencan, sebuah kolam dangkal penuh harapan palsu dan interaksi
basa-basi yang sudah menjadi rutinitas malam yang
membosankan. Aku mencari distraksi, bukan koneksi serius.
Mata setengah menyipit, aku melirik profil demi profil.
Pekerjaan mentereng, foto liburan mahal, kutipan motivasi yang
terasa klise. Semuanya samar, serba cepat, dan dapat diprediksi.
Kemudian, muncullah profil itu. Ammar.
Awalnya, seperti yang kuakui dalam hati, aku tidak tertarik
dengan dia. Fotonya biasa saja, senyumnya tidak terlalu memikat,
dan deskripsi dirinya terasa terlalu umum seolah dia berusaha
terlalu keras untuk terlihat santai. Ada banyak profil lain yang
secara visual jauh lebih menarik, tetapi entah kenapa, saat itu
tanganku memilih untuk tidak segera unmatch . Mungkin karena
12

