Page 17 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 17

global, dan terlalu "akademis" untuk sebuah perkenalan malam

          hari  dengan  orang  asing.  Pertanyaan  demi  pertanyaan  tentang

          sains dan isu politik dunia meluncur darinya. Itu bukan sekadar
          rasa  ingin  tahu;  itu  adalah  sebuah  ujian.  Ia  sedang  mengukur

          kedalaman pemikiranku, menguji apakah aku bisa mengimbangi
          langkah intelektualnya.

               Jujur,  rasanya  seperti  melompat  dari  perkenalan  santai

          langsung ke tengah meja debat panel. Aku merasa harus berjuang,
          menyusun argumen yang terstruktur untuk membuktikan bahwa

          di balik paras ini, ada otak yang sanggup berpikir tajam.

               Saat kantuk mulai menjemput, aku bertanya apakah ia lelah.
          Ternyata, Farras adalah penghuni malam yang biasa terjaga hingga

          pukul  dua  pagi  sangat  kontras  denganku  yang  biasanya  sudah

          terlelap  di  pukul  delapan.  Menyadari  aku  mulai  kehilangan
          kesadaran,  ia  melakukan  sesuatu  yang  tak  terduga.  Ia

          menceritakan sebuah "dongeng" luar angkasa.

               Lucu sekali. Ia mendongeng agar aku tertidur, namun tetap
          dengan caranya yang unik: sebuah kisah ilmiah tentang dilatasi

          waktu antara bumi dan bulan. Obrolan yang semula aku kira hanya

          dua menit, ternyata telah melampaui satu jam.
               Sebelum benar-benar memejamkan mata, aku menyuruhnya

          untuk ikut beristirahat. Telepon pun berakhir. Tak lama, sebuah


                                                                          17
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22