Page 20 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 20
serta tingkah jenaka dua keponakanku, Zhea dan Zhiel. Aku benar-
benar mereguk setiap detik momen berharga ini, melunasi
seluruh rindu yang sempat tertinggal di Cirebon.
Matahari mulai merangkak naik, mengikis bayang-bayang
hingga waktu menunjukkan sekitar pukul sebelas siang. Bapak
memecah keriuhan dengan sebuah usulan untuk keluar ke tempat
wisata. Setelah menimbang beberapa saat, sebuah ide terlintas di
kepalaku yaitu mengajak keluargaku ke Taman Mini Indonesia
Indah karena di Jakarta memang hanya mall, sedangkan untuk ke
PIK kami sudah sering kesana.
Keputusan pun diambil. Hari itu, kami benar-benar melebur
dalam kebersamaan yang tulus. Menjelajahi sudut-sudut TMII
bersama mereka membuatku melupakan sejenak beban
pekerjaan dan hiruk-pikuk kehidupan urban. Melihat tawa lepas
kedua ponakanku adalah penawar paling mujarab bagi jiwaku
yang lelah.
Bahagia memang selalu punya cara untuk terasa begitu
singkat. Sekitar pukul empat sore, kami sudah kembali tiba di
depan kost. Waktu yang kejam merenggut kebersamaan kami
begitu cepat. keluargaku harus segera bersiap untuk perjalanan
pulang kembali ke Cirebon. Sebelum melangkah masuk ke dalam
mobil, Mamah berbalik, menarikku ke dalam dekapan hangatnya
20

