Page 24 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 24

menghujani ponselku dengan perhatian, menanyakan keadaanku

          berulang kali.

               Saat  aku  merasa  sedikit  membaik,  ia  kembali  memburu,
          "Berarti nanti malam bisa ketemu, dong?"    Aku kembali menolak.

          Hingga  kemudian,  ia  melontarkan  sebuah  istilah  yang  asing  di
          telingaku: "Catfishing".   Setelah berselancar di mesin pencari, rasa

          tersinggung  langsung  membakar  dadaku.  Ia  mengira  aku

          menggunakan foto palsu? Baiklah. Detik itu juga, aku menerima
          ajakannya.  Bukan  karena  aku  tertarik,  melainkan  untuk

          membuktikan bahwa aku nyata. Dalam benakku, ini akan menjadi

          pertemuan pertama sekaligus terakhir dengannya.
                 Sekitar pukul tujuh malam, sebuah pesan singkat masuk. Ia

          sudah sampai. Aku memintanya menunggu di depan ruko galon

          dekat kost-ku, lupa bahwa ruko itu sudah tutup dan gelap. Saat aku
          membuka  pagar  dan  melangkah  keluar,  kulihat  seorang  pria

          tampak kebingungan di sana. Aku yakin, itu Farras.

                 Motor  kami  membelah  jalanan  menuju  Kalimalang.
          Rencananya  sederhana:  makan  Bubur  Cikini.  Sejujurnya  aku

          sempat tertegun. Terbiasa diajak ke tempat-tempat formal yang

          mewah  oleh  teman-temanku,  pilihan  menu  first  date ini  terasa

          sangat  kontras.  Tapi  tak  mengapa,  misi  utamaku  malam  itu

          hanyalah mematahkan tuduhan catfishing-nya.


                                                                          24
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29