Page 26 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 26
sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum kami berpisah
selamanya.
"Aku respect sama kamu. Selama kita ngobrol, kamu tidak
membuka ponsel sama sekali," ucapnya tiba-tiba. Mungkin, di
detik itulah hatinya mulai tertambat.
Meskipun aku berusaha menahan mual karena rasa bubur
yang tak cocok di perut, Farras ternyata cukup peka.
"Jangan dipaksa kalau memang sudah tidak kuat," katanya. Aku
bernapas lega.
Saat ia sedang sibuk dengan motornya, mataku tak sengaja
menangkap ID card miliknya.
"M. Ammar Farras...M nya Muhammad, ya?" tanyaku iseng.
"Michael," jawabnya asal sambil terkekeh.
Malam itu berakhir dengan ia mengantarku pulang.
Namun, kejutan belum selesai. Sesampainya di rumah, ia langsung
menghubungiku lewat video call . Aku terheran-heran. Kupikir ia
akan menjauh setelah melihat tingkahku yang berpura-pura
bodoh dan penampilanku yang seadanya, tapi ternyata tidak.
"Kita baru saja ketemu, kenapa langsung video call?" tanyaku.
"Ya tidak apa-apa, memangnya tidak boleh?" balasnya ringan.
Malam itu, kami menutup hari dengan pamitan sederhana
untuk tidur. Kesan pertamaku tentangnya? Dia adalah pria high
26

