Page 31 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 31

"Eh, Gina, jangan menangis! Bentar-bentar, aku ke sana sekarang!"

          Aku  meringis  dalam  hati.  Bagaimana  bisa  dia  menyuruhku

          berhenti menangis, sementara alasan aku berpura-pura menangis
          adalah  karena  keberadaannya  yang  terlalu  menginvasi  ruang

          pribadiku?  Di  detik  itu,  aku  menyadari  sebuah  pola  psikologis

          yang kontras di antara kami: aku adalah seorang avoidant yang
          butuh jarak, sementara Farras adalah seorang anxious    yang haus

          akan kehadiran.
               Sekali lagi, dengan sisa tenaga, aku memintanya untuk tidak

          datang malam ini dengan alasan ingin beristirahat. Akhirnya, ia

          menyerah.  Namun,  sesampainya  ia  di  rumah,  sebuah  pesan
          kembali masuk: dia ingin mengantarku lagi besok pagi.

               Aku  hanya  bisa  menggelengkan  kepala.  Aku  merasa  dia

          sedikit gila. Setelah aku tampil "apa adanya" dengan baju tidur di
          pertemuan  pertama,  lalu  berubah  menjadi  sosok  asing  dengan

          gamis yang membuatku tampak lebih tua hari ini, dia masih saja

          bersikeras untuk mendekat. Dan lucunya, Farras adalah laki-laki
          pertama yang melihatku dalam balutan gamis itu. Sebuah ironi

          yang tak pernah kuprediksi sebelumnya.







                                                                          31
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36