Page 35 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 35

datang,  namun  ia  tetap  pada  pendiriannya.  Sepanjang  sesi

          karaoke, pikiranku tidak tenang. Aku merasa penampilanku saat

          itu sedang kacau, jauh dari kata rapi. Farras mengabarkan bahwa
          di Jakarta Selatan sedang hujan deras. Aku sempat merasa lega,

          berpikir  cuaca  akan  menahannya,  namun  ia  justru  bilang  akan
          segera menyusul begitu hujan reda.

               Selama  dua  jam,  kami  "menggila"  di  dalam  ruangan,

          melantunkan segalanya dari lagu Melayu, Jawa, hingga lagu Barat.
          Menjelang pukul 18.00 WIB, sebelum waktu sewa berakhir, aku


          menyelinap ke toilet untuk touch up seadanya, berjaga-jaga jika
          laki-laki  keras  kepala  itu  benar-benar  muncul  di  depan  pintu.
          Setelah itu, aku kembali ke ruangan untuk menghabiskan dua lagu

          terakhir.

               Begitu durasi usai, aku keluar dengan perasaan waswas. Aku
          celingak-celinguk di lobi saat membayar tagihan, takut sosoknya

          tiba-tiba  berdiri  di  sana.  Namun,  setelah  mengecek  ponsel,  ia

          mengabarkan  mungkin  baru  bisa  mampir  malam  nanti.  Aku
          bernapas lega. Sejak mengenalnya, jujur saja, hari-hariku terasa

          penuh turbulensi.

               Malamnya,  ia  kembali  mengutarakan  niat  untuk  mampir.
          Padahal ia sedang tidak enak badan, dan lusa ia harus melakukan

          perjalanan bisnis ke Lampung selama tiga hari. Aku memintanya


                                                                          35
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40