Page 34 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 34

Aku hanya berujar pelan bahwa saat itu aku benar-benar sedang

          tidak ingin dekat dengan pria mana pun. Namun, semesta rupanya

          punya selera humor yang unik. Hanya tiga hari setelah pernyataan
          itu  dan  setelah  aku  sempat  berceletuk  ingin  punya  pasangan

          keturunan Chinese-Muslim    yang intelek seperti Pak Evan, dosen
          magang di kampusku, Farras datang. Wajahnya tipikal idamanku,

          mirip Pak Evan, bahkan jujur saja, dia jauh lebih tampan.

               Sepulang kerja, aku sudah merencanakan agenda melepas
          penat bersama Kak  Rizka, Popay, Jihan, dan Riko. Kami berniat

                               ,
          karaoke di The Voice daerah Kalimalang, Jakarta Timur. Sekitar
          jam 11 siang, Farras mengirim pesan ingin menjemputku, namun
          aku berkelit dengan alasan ada urusan kantor.

          "Aku jemput pulangnya, ya,"  desaknya.


          "Kan  tadi  pagi  udah  ketemu," balasku  mencoba  memberi  jarak.
          Tapi dia tetap bersikeras.

               Sore hari pukul 17.00 WIB, tepat setelah absen pulang, kami

          meluncur ke The Voice   menggunakan mobil Kak Rizka. Di tengah
          keriuhan ruang karaoke, sebuah pesan kembali masuk. Saat aku

          memberitahunya  keberadaanku,  ia  membalas,  "Di  The  Voice?

          Jawaban yang sangat tepat."
          Seketika rasa  panik menjalar. Ia bilang akan menyusul  ke sana.

          Aku  berulang  kali  menolak  dan  membujuknya  agar  tidak  perlu


                                                                          34
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39