Page 33 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 33

"Sweet apaan? yang ada malah risih. Bayangin aja tiap pagi  malem


          dia  selalu  dateng," jawabku  ketus,  menyembunyikan  rasa
          canggung yang menyeruak.
          "Udahlah  kak sama Koko saja. Dia cakep, lho. Kamu itu aneh, sama

          yang ini nggak mau, yang itu ngga mau. Heran aku    ," timpal Jihan
          lagi.

               Jihan memang saksi bisu  dari deretan pria yang mencoba

          mengetuk  pintu  hatiku,  namun  sejauh  ini,  belum  ada  satu  pun
          yang benar-benar berhasil masuk. Beberapa hari sebelum takdir

          mempertemukanku dengan Farras, aku sempat dekat dengan Uda.

          Laki-laki yang sangat perhatian, ia bahkan memberiku sebuah jam
          tangan Casio. Ia adalah sosok yang  selalu rela menempuh jarak

          jauh dari Jakarta Barat ke Jakarta Timur hanya demi menemaniku

          berburu  citylight Tutur  katanya  lembut,  ia  tahu  betul  cara
                            .
          memperlakukanku.  Namun,  tepat  setelah  ia  memberikan  jam

          tangan itu, aku melakukan sesuatu yang dingin: aku menghapus

          nomorku dari ponselnya secara diam-diam agar ia tak lagi bisa
          menghubungiku.

               Saat aku menceritakan hal itu pada Jihan, ia tampak sangat

          syok.
          "Kamu sebenarnya kenapa sih, Kak?"    tanyanya tak habis pikir.





                                                                          33
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38