Page 19 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 19
BAB 3: TAMAN MINI INDONESIA INDAH
19 Oktober: Orbit TMII Bersama Keluarga
Pagi ini, langit Jakarta melepas jubah kelabunya, berganti
dengan bentangan biru yang begitu cerah dan hangat, seolah kota
ini tahu bahwa hari ini adalah hari yang istimewa untukku. Detak
jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya, diselimuti rasa tidak
sabar yang membuncah. Kerinduan yang menumpuk berbulan-
bulan melahirkan debar yang riuh di dada, menanti sebuah
kedatangan yang paling kunanti dari kota udang, Cirebon.
Jarum jam belum genap menyentuh angka sepuluh ketika
ponselku bergetar. Sebuah pesan singkat dari Mamah merayap
masuk ke layar menginformasikan bahwa mereka sudah sampai
di depan kost. Seketika, rasa tidak sabar itu meledak. Tanpa
membuang waktu, aku bergegas menuruni anak tangga kost satu
demi satu dengan langkah kaki yang ringan. Dan di depan kost,
hangatnya pelukan yang selama ini kurindukan akhirnya kembali
menggenggamku. Aku mengajak keluargaku masuk ke dalam kost.
Bapak membawakan satu koper berisi pakaianku. Suasana kamar
kost yang biasanya sepi dan dingin mendadak berubah menjadi
ruang paling hangat di dunia. Kamar yang sempit ini seketika riuh
oleh tawa Bapak, lembutnya tutur kata Mamah, candaan Kakak,
19

