Page 15 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 15

BAB 2: KENCAN INTELEKTUAL DI BALIK LAYAR PONSEL


             18 Oktober:  Satu Jam di Ambang Orbit


               18 Oktober 2026 bukan sekadar tanggal di kalender. Bagiku,

          itu  adalah  titik  mula  segalanya.  Senja  itu,  sebuah  notifikasi
          memecah keheningan layar ponselku. Sebuah pesan dari Farras,

          sebutanku pada Ammar,   pria yang baru saja kutemui di rimba

          aplikasi kencan.

          “Hi  Gi,  aku  Ammar,” tulisnya.  Ia  memperkenalkan  diri  dengan
          nama aslinya, selaras dengan profil yang kulihat.

               Awalnya,  kata-kata  yang  saling  kami  kirimkan  hanyalah
          basa-basi  tipikal  pekerjaan,  hobi,  dan  rutinitas.  Obrolan  itu

          mengalir  santai,  meski  dalam  benakku,  sosok  di  balik  layar  ini
          terasa  sedikit  kaku.  Namun,  ketika  malam  merayap  naik,  ada

          dorongan aneh yang menggelitik rasa ingintahuku. Teks, seberapa

          manis pun ia disusun, tetap terasa hampa tanpa jiwa. Aku ingin
          mendengar  suaranya,  menangkap  intonasinya,  dan  memastikan

          apakah chemistry   digital ini punya kaki untuk berpijak di dunia
          nyata.

               Dengan  sedikit  keraguan  yang  menyelinap  di  jemari,  aku

          mengetik: “Boleh call nggak? 2 menit aja.”





                                                                          15
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20