Page 32 - e-modul fiqih
P. 32
Semester Ganjil I MTs Bustanul ‘Ulum
dihitung. Maka pelaksanaan akikah adalah hari lahir minus satu hari.
Misalnya ada bayi yang lahir pada hari Senin, maka akikah dilakukan pada
hari Ahad, jika lahir pada hari Jum’at, maka akikah dilakukan pada hari
Kamis. Rasulullah Saw. Bersabda :
ْ
َّ
َ
َّ
ُلمعلاو حي ِ حَص نَس َح ثيِد َح اَذَه ىَسيِع وُبأ َلاَق ُهوْحَن ملَسو ِهْيَلَع ُ َّ الل ىلَص يبَّنلا ْ نَع
َ َ َ
َ
َ
ِّ ِ
َ
ْ
ْ
َ
ْ ْ
ْ
َ
ُ
ْ
أَّيهَتَي ْمَل ْ نإَف عباَّسلا م ْ وَي ةَقيِقعلا ِ م َ لَُغلا ْ نَع َحَبذُي ْ نأ َنوُْب ِ حَتْسَي ِ ملِعلا ِ لْهأ َدْنِع اَذَه ىَلَع
َ
ِ
َ
ِ
َ
ِ
ْ
ُ
ِ
َ ِ
ِ
َ
ِ
َ
َ
َ
َ
)يذمرتلا هاور ( َنيرْشِعو ٍداَح م ْ وَي هْنَع َّقُع أَّيهَتَي ْمَل ْ نإَف َ رَشَع عبا َّ رلا م ْ وَيَف عباَّسلا م ْ وَي
ِ
Artinya: “dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti dalam hadits
tersebut.” Abu Isa berkata: “Hadits ini derajatnya hasan shahih. Dan
menjadi pedoman amal menurut para ulama`, mereka menyukai jika akikah
untuk anak itu disembelih pada hari ke tujuh, jika belum tersedia pada hari
ke tujuh maka pada hari ke empat belas, dan jika belum tersedia maka pada
hari ke dua puluh satu.” (HR. At-Tirmizi No.1442).
Namun, yang paling afdal (utama) akikah dilaksanakan pada hari
ketujuh dari kelahiran anak.
e. Anak laki-laki disunnahkan akikah dengan dua ekor kambing dan seekor
kambing untuk anak perempuan, sebagaimana riwayat berikut
ْ
َ َّ
َّ
ْنَعو نْيَتاَش ِ م َ لَُغلا ْنَع َّقُعَن ْ نأ ملَسو ِهْيَلَع ُ َّ الل ىلَص ِ َّ الل ُلوُس َ ر ان َ رمأ َ ْ تَلاَق َةَشِئاَع ْنع َ
َ
َ ِ
َ
َ
َ
ْ
( هجام نبا هاور ( ةاَش ِةَيراَجلا
ِ
Artinya: “Dari Aisyah Ra. berkata: “bahwa Rasulullah Saw. memerintahkan
kami agar berakikah dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor
kambing untuk bayi perempuan.” (HR. Ibnu Majah No.3154).
4. Hal-Hal Yang Disyariatkan Terkait Akikah
Disyariatkan untuk memberi nama anak yang lahir dengan nama yang baik
pada hari yang ketujuh, sebagaimana hadis di atas atau pada saat dilahirkan
langsung, karena Rasulullah Saw. Bersabda :
َّ
َّ
َ
َّ
ِ مْساب ِ ُهُتْيَّمَسَف م َ لَُغ َةَلْيللا يِل َدِل ُ و ملَسو ِهْيَلَع ُ َّ الل ىلَص ِ َّ الل ُلوُس َ ر َلاَق َلاَق ٍكِلام نْب ِ سَنأ ْ نَع
َ
َ ِ
َ
( دو اد يبأ هاور ( ميِها َ رْبإ يبأ َ
ِ
ِ
َ
IX
IX Fiqih Ibadah 25