Page 28 - e-modul fiqih
P. 28
Semester Ganjil I MTs Bustanul ‘Ulum
(menyuruhku) agar tidak memberi kepada orang yang menyembelih." Ali
radliyallahu 'anhu berkata: "Kami memberi bagian kepadanya dari harta
kami sendiri." (HR. Ahmad No.1256).
6. Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban
a. Hewan yang akan dikurbankan dibaringkan ke sebelah kiri rusuknya dengan
posisi mukanya menghadap ke arah kiblat, diiringi dengan membaca doa
“Robbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim.” (Artinya: Ya
Tuhan kami, terimalah kiranya qurban kami ini, sesungguhnya Engkau Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui).” Penyembelih meletakkan kakinya yang
sebelah di atas leher hewan, agar hewan itu tidak menggerak-gerakkan
kepalanya atau meronta.
b. Penyembelih melakukan penyembelihan, sambil membaca: “Bismillaahi
Allaahu Akbar” (Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar). Dapat
pula ditambah bacaan shalawat atas Nabi Muhammad Saw. Para saksi
pemotongan hewan kurban dapat turut membaca takbir “Allahu Akbar” ).
c. Penyembelih membaca doa kabul (doa supaya kurban diterima Allah) yaitu:
“Allahumma minka wa ilayka. Allahumma taqabbal min …” (sebut nama
orang yang berkurban). (Artinya: Ya Allah, ini adalah dari-Mu dan akan
kembali kepada-Mu, Ya Allah, terimalah dari….).
7. Hikmah Ibadah Kurban
Ibadah kurban selain bertujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan
memperoleh ridha-Nya, juga sebagai ibadah sosial dengan menyantuni kaum
lemah. Ibadah ini mengandung nilai keteguhan dan keimanan serta menjadi bukti
IX
IX Fiqih Ibadah 25