Page 70 - POWERFULL APLICATION_Neat
P. 70
+ Ingatlah kita penyair.
Penyair lain dari sarjana.
Dengan perkasa sarjana mengepakkan sayapnya
membubung ke langit.
Merintis jalan pikiran kita.
Penyair dekat kepada nasib masyarakatnya.
Ialah nerakanya.
Maka bila sarjana itu dewa
penyair adalah setan.
Ia terikat kepada nerakanya.
Ia membubung ke langit
memberontak nerakanya.
Tetapi nerakanya selalu mengikutinya.
Kita tak bisa menolak neraka kita.
Kalau mau bisa memilih tak tahu akan adanya.
Tetapi memilih tak tahu
berarti memilih tergolek di kandungan
yang gelap meski aman.
Dengarlah!
Aku telah ke Eropa
dan kau ke Indonesia.
Tidak untuk beronani jiwa.
“Rusman! Rusman!”
53

