Page 77 - POWERFULL APLICATION_Neat
P. 77
Demikianlah
maka syairku ini
berani mewakili cintaku kepadamu.
Juwitaku,
belum pernah puas
aku mencium kamu.
Kamu bagaikan buku
yang tak pernah tamat aku baca.
Kamu adalah lumut
di dalam tempurung kepalaku.
Kamu tidak sempurna.
Gampang sakit perut.
Gampang sakit kepala.
Dan temperamenmu sering tinggi.
Kamu sulit menghadapi diri sendiri.
Dan di balik keanggunan
dan keluwesanmu
kamu takut kepada dunia.
Juwitaku,
lepas dari kotak-kotak analisa cintamu
cintaku padamu ternyata ada.
Kamu tidak molek
tetapi cantik dan juwita.
Jelas tidak immaculata
tetapi menjadi mitos di dalam kalbuku.
60

