Page 49 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 49
purna bagi manusia tidak sekadar untuk pasangan antarlaki-laki dan
mengatur agar kekerasan tidak perempuan, bukan pasangan ses-
terjadi, tapi juga menjaga kehor- uai kehendak manusia, pasangan
matan manusia dan menjunjung laki-laki dengan laki-laki atau per-
tinggi nilai manusia agar tidak empuan dengan perempuan. Ke-
berada dalam derajat yang sama tika syarat kehalalan hubungan
dengan hewan atau bahkan lebih seksual telah didapatkan, syariat
rendah. Islam melarang suami melakukan
Islam mengakui bahwa manu- kekerasan kepada istrinya, hal ini
sia memiliki naluri jinsiyah (sek- dipesankan oleh Rasulullah da-
sualitas) sebagaimana kecintaan- lam haji wada’. Rasulullah ber-
nya pada perempuan, keturunan, sabda:
harta, dan kedudukan, Allah ta’ala “Bertakwalah kepada Allah
berfirman: dalam masalah wanita, karena
“Dijadikan indah pada (pan- kalian mengambil mereka de ngan
dangan) manusia kecintaan ke- amanat Allah dan meng halalkan
pada apa-apa yang diing- kemaluan mereka den-
ini, yaitu: wanita-wani- gan kalimat Allah. Hak
ta, anak-anak, harta kalian atas mereka
yang banyak dari yaitu, mereka ti-
jenis emas, perak, dak boleh mema-
kuda pilihan, bi- sukkan seorang
natang-binatang pun ke dalam
ternak dan sawah tempat tidur ka-
ladang. Itulah kes- lian; orang yang
enangan hidup di kalian benci. Jika
dunia, dan di sisi Al- mereka melakukan-
lah-lah tempat kem- nya maka pukullah
bali yang baik (surga).” mereka dengan puku-
(QS: Âli ‘Imrân/3: 14) lan yang tidak berbekas.
Fitrah insaniyah di atas terma- Hak mereka atas kalian adalah
suk juga insting seksualitas tidak agar kalian memberi rezeki dan
dinafikan oleh Allah . Tetapi pakaian kepada mereka dengan
diatur agar kehidupan manusia cara yang baik.” (H.R. Muslim)
berjalan dinamis dan harmonis. Adapun persetujuan dalam
Manusia diciptakan oleh Allah melakukan hubungan seksual
seperangkat lengkap dengan tu- di luar pernikahan, syariat Islam
buh, hati, dan akal. Kesemuanya menjadikannya sebagai fahisyah/
adalah kesatuan yang harus tun- dosa besar dan jalan yang buruk,
duk pada Penciptanya. Karena- apakah hubungan tersebut dilaku-
nya, tubuh manusia dan insting kan dengan kekerasan ataupun
seksualitas yang dimilikinya tidak tanpa kekerasan.
boleh disalurkan sekehendaknya Lalu, apa yang terjadi jika kon-
kecuali dalam kesepakatan yang sep sexual consent dijadikan lan-
menghalalkan, yaitu melalui ikatan dasan dalam sebuah peraturan?
pernikahan, dan pernikahan hanya Wallahu a’lam.*
Jumadil Akhir 1443/Februari 2022 | MULIA 45

