Page 57 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 57

Misi para rasul adalah menyeru,   ingin beribadah, beramal, dan mela-
            mengajak, dan membimbing manu-      hirkan kebaikan-kebaikan di muka
            sia kepada kebenaran dan kebaikan.   bumi.
            Selain itu menjauhkan dari kesesatan   Hal tersebut kian menegaskan
            dan kerusakan dengan komitmen       bahwa misi kerasulan yang perta-
            beribadah hanya kepada-Nya.         ma dari Nabi Muhammad     adalah
               Misi itu sangat mungkin dijalan-  tarbiyah dan dakwah. Tarbiyah den-
            kan karena setiap nabi dan rasul tel-  gan mengajak manusia mau mem-
            ah dianugerahi Wahyu, baik melalui   baca dan mensucikan diri dengan
            ru’yah shadiqah (mimpi yang be-     tuntunan al-Qur’an. Kemudian men-
            nar), cakrawala yang luas, maupun   gajarkan  (dakwah)  kepada  orang
            pemahaman yang mendalam. De-        lain agar apa yang dirasakan dari
            ngan bimbingan Wahyu, mereka        kemukjizatan  al-Qur’an  juga  dapat
            bisa memiliki ilmu yang mampu men-  dirasakan oleh orang lain secara
            jangkau dan merasakan apa yang ti-  lebih luas.
            dak mampu dijangkau dan dirasakan      Sebelum hijrah ke Madinah, Ra-
            oleh manusia pada umumnya.          sulullah    beliau mendidik Mush’ab
                “Dialah  yang mengutus  kepa-   bin Umair RA, lalu mengutusnya
            da  kaum  yang  buta  huruf  seorang   untuk mengajarkan al-Qur’an pen-
            rasul di antara mereka, yang mem-   duduk Yatsrib. Sehinggga saat Nabi
            bacakan ayat-ayat-Nya kepada        tiba di Madinah, telah ada pemu-
            mereka, mensucikan mereka dan       da yang pandai membaca bahkan
            mengajarkan mereka Kitab dan Hik-   menghafal al-Qur’an yang telah di-
            mah (as-Sunnah). Dan sesungguh-     wahyukan.
            nya mereka sebelumnya benar-be-        Mush’ab dipilih tentu karena be-
            nar dalam kesesatan yang nyata.”    berapa alasan. Mulai dari pikiran
            (al-Jumu’ah [62]: 2).               yang cerdas dan akhlaq yang mulia.
               Pada ayat tersebut tidak saja di-  Juga memiliki sifat zuhud, jujur, dan
            jelaskan bahwa tarbiyah adalah misi   kesungguhan hati. Dan, tentu saja
            kerasulan. Juga bagaimana tarbiyah   semua itu hadir setelah Mush’ab
            diwujudkan melalui tiga pendekatan,   benar-benar ditarbiyah dengan al-
            yaitu tilawah (membacakan) ayat-    Qur’an oleh Nabi    sehingga layak
            ayat Allah,  tazkiyah (mensucikan),   untuk mengemban amanah dakwah.
            serta ta’lim (mengajarkan) al-Qur’an   Pada  kelanjutan sejarah perad-
            dan as-Sunnah.                      aban Islam, al-Qur’an menjadi in-
               Melalui tiga pendekatan tersebut,   spirasi para saintis dalam melaku-
            Nabi Muhammad       mampu men-      kan beragam riset yang mendalam.
            jadikan jiwa-jiwa  para Sahabat  dan   Lahirlah beragam ilmu yang terus
            keluarga teramat  dekat  dengan al-  berkembang hingga kini. Seperti
            Qur’an. Bukan hanya sebatas kitab   ilmu matematika, astronomi, biolo-
            yang dibaca, tapi tuntunan yang di-  gi, kimia, fisika, kedokteran, bahkan
            jiwai, dihidupkan, dan diamalkan. An-  optik adalah buah karya saintis Mus-
            tusiasme mereka dalam menjalankan   lim. Semua itu dekat dan terinspirasi
            isi al-Qur’an sangatlah luar biasa.  oleh ayat-ayat al-Qur’an.
               Allahuyarham KH Abdullah Said       Semua fakta di atas menunjuk-
            (pendiri Hidayatullah) menjelaskan   kan bahwa  mainstream misi kera-
            bahwa orang yang menekuni dan       sulan Muhammad      adalah tarbi-
            menggali nilai-nilai al-Qur’an dengan   yah dan dakwah. Sebuah organisasi
            tilawah, tazkiyah, dan  ta’lim akan   massa Islam --yang  mengemban
            menjadikan jiwanya dekat dengan     misi kenabian--  seharusnya menja-
            Allah, bahkan intim. Jaraknya tera-  dikan tarbiyah dan dakwah sebagai
            mat dekat dalam pengertian selalu   mainstream gerakannya pula.*



                                                      Jumadil Akhir 1443/Februari 2022 | MULIA  53
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62