Page 61 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 61

mawan. la selalu bersedekah walau tak   pada Allah untuk menyembuhkannya?
           diminta.                             Jadi, aku menghampirinya. Aku mem-
              Pada suatu sore, sepulang dai per-  perkenalkan diri kepadanya, dan dia
           niagaannya, ia membawa uang hasil    mengenali suaraku.” Dia berkata, “Bu-
           keuntungannya berdagang sebesar ki-  kankah kau adalah pembaca Al-Quran
           ra-kira 100.000 dirham. Malamnya dia   yang terkenal dari Makkah? Aku berka-
           ketakutan, gelisah dan risau.        ta “Ya, benar”.
              Ummu Kaltsum binti Abu Bakar ash-    Kemudian,  beliau  menceritakan
           Shiddiq, istrinya, bingung melihat sang   suatu  kisah, hingga  akhirnya  aku ber-
           suami begitu resah. la pun kemudian   tanya kepada Sa’ad, “Wahai Pamanku,
           bertanya, “Mengapa Anda gelisah, hai   engkau tidak berdoa untuk dirimu, seh-
           Abu  Muhammad, apa  kesalahan  kami   ingga Allah menyembuhkan matamu?”
           sehingga engkau gelisah? Thalhah        Sa’ad tersenyum sambil berka-
           menjawab, “Tidak! Engkau adalah istri   ta, “Ketahuilah wahai Anakku, bah-
           yang  baik  dan  setia!  Akan  tetapi,  ada   wa  ketentuan  Allah  Subhanahu  wa
           yang mengganggu pikiranku, seperti   Ta’ala yang berlaku atasku jauh lebih
           biasanya, pikiran seseorang tertuju ke-  baik daripada penglihatanku.’” (dalam
           pada Tuhannya bila dia tidur, sedang-  Madarijus Salikin, 2/227) .
           kan harta ini bertumpuk di rumahnya.
           Istrinya kemudian berkata, Mengapa   Abdurrahman bin ‘Auf
           engkau begitu risau memikirkannya       Pada masa Jahiliyah, ia dikenal den-
           bukankah kaummu banyak yang mem-     gan nama Abd Amr. Setelah masuk Is-
           butuhkan pertolongan. Besok pagi ba-  lam, Rasulullah    memanggilnya ‘Ab-
           gi-bagikan uang itu kepada mereka.”   durrahman bin Auf.
           Thalhah berkata, “Engkau wanita yang    Beliau  memeluk  Islam  dua  hari
           memperoleh taufiq, “ katanya.        setelah Abu Bakar ash-Shiddiq me-
              Pagi-pagi, dimasukkannya uang itu   meluk  Islam.  Abdurrahman  bin  ‘Auf
           ke karung lalu dibagikanya pada fakir   adalah  sahabat  yang  dikenal  paling
           miskin dari Muhajinin dan Anshar.    kaya dan dermawan.
                                                   Beliau tak segan-segan mengeluar-
           Sa’ad bin Abi Waqqash                kan hartanya untuk jihad di jalan Allah.
              Sa’ad bin Abi Waqgash adalah sa-  Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah
           habat sekaligus  paman Rasulullah      memerintahkan kaum Muslimin men-
           dari pihak ibu. Ia dikenal sebagai pem-  gorbankan harta benda mereka.
           berani, pemanah yang handal, dan ge-    Dengan patuh Abdurrahman bin
           mar berlatih perang.                 ‘Auf memenuhi seruan Nabi   . Beliau
              Setelah masuk Islam dan memutus-  memelopori dengan menyerahkan dua
           kan untuk berjuang menegakkan ag-    ratus ugiyah emas.
           ama Allah, ia selalu berusaha menyertai   Sepeninggal  Rasulullah   ,  Abdu-
           Rasulullah dalam setiap pertempuran.     rrahman  bin  ‘Auf  bertugas  menjaga
           Sa’ad bin Abi Wagqash dikaruniai se-  kesejahteraan  dan keselamatan  Um-
           bagai sahabat yang doanya mudah dik-  mahatul Mu’minin  (para istri Rasulul-
           abulkan Allah Subhanahu Wata’ala.    lah). Suatu iamenjual tanahnya dan
              Pada suatu hari dia datang ke Mak-  hasil penjualan bernilai 40 ribu dinar
           kah.  Orang-orang pun berkata “Lihat-  -bagikarn kepada para fakir miskin Bani
           lah Sa’ad ibn Abi Waqgash ada di sini.   Zuhrah, dan pada Ummahatul Mukmi-
           Dia adalah orang yang do’anya selalu   nin.
           dikabulkan Allah.”                      Al-Miswar berkata: “Aku mengan-
              Kemudian orang datang beramai-    tarkan sebagian dari dinar-dinar itu ke-
           ramai menghampirinya. Karena, mere-  pada Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Aisyah
           ka tahu jika mereka berdo’a bersama   kemudian  berkata:  ‘Siapa  yang  telah
           Sa’ad maka Allah akan mengabulkan    mengirim ini? Aku menjawab, ‘Abdu-
           doa’ itu dengan cepat.               rrahman bin Auf. Aisyah Radhiyallahu
              Abdullah ibn Saib radhiyallahu ‘anhu   anha berkata lagi, ‘Sesungguhnya Ra-
           berkata, “Aku melihat Sa’ad. Masya Al-  sulullah    telah bersabda, “Tidak ada
           lah, dia adalah orang shalih. Dan apabila   yang menaruh Simpati kepada kalian
           dia memohon maka langsung dikabul-   kecuali dia termasuk orang-orang yang
           kan Allah. Namun, aku merasakan ada   sabar  Semoga Allah  Azza wa  Jalla
           yang janggal. Sa’ad sendiri menderita   memberikan minum kepada Abdurrah-
           kebutaan. Kenapa dia tidak berdo’a   mân bin Auf dengan minuman Surga.
           untuk dirinya sendiri dan meminta ke-  (HR: Imam Ahmad).*



                                                      Jumadil Akhir 1442/Februari 2022 | MULIA  57
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66