Page 59 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 59
Baja Damaskus adalah material et al., 2009). Dalam analisis, ditemu-
leger daris dari baja yang mempunyai kan bahwa CNT melindungi nanowire
sifat super plastis yaitu kemampuan yang keras dan rapuh dari sementit
untuk mengalami perubahan bentuk (Fe CE).
tetapi tanpa retak hingga 1.000 kali. Struktur ini membantu pandai
Menurut banyak ulasan, senjata yang besi untuk membuat senjata terkuat
dibuat menggunakan baja Damaskus (Srinivasan and Ranganathan 2004).
tidak akan pernah tumpul atau patah. Kelenturan CNT disebabkan oleh sifat
Selain memiliki sifat super-plastis, rapuh dari sementit yang dibent oleh
baja Damaskus juga mempunyai ciri baja wootz yang mengandung kadar
khas yaitu adanya pola air (watermark- karbon yang besar.
ing) pada pernmukaannya. Pada abad Penempaan pedang Damaskus
ke-21 peneliti dari Jerman akhirnya me- memakai campuran baja wootz yang
ngungkap rahasia luar biasa pedang mengandung carbon nano tube
ini yang didasarkan pada penggunaan (CNT), dengan kekuatan 20-30 kali
nanoteknologi. lebih kuat. Kombinasi kedua bahan
Peneliti memecahkan misteri yang itu melahirkan “maut seketika”, bagi
dibuat oleh pandai besi terkenal, As- siapa saja yang menolak tunduk pada
sad Ullah dari Damasksus. Mereka kekuatan tebasannya. Beberapa sar-
melarutkan sebagian senjata itu dalam jana memuji pencarian proses baja
asam klorida (HCl dan mempelajarinya Damaskus sebagai asal mula ilmu ma-
di bawah mikroskop electron). terial modern.
Menariknya, mereka mengamati Nanoteknologi ini telah digunakan
menemukan pedang itu mengandung setidaknya 400 tahun, sebelum men-
material Carbon Nanotube (CNT dan jadi kata kunci ilmiah abad ke 21. Bah-
masing-masing berukuran setengah kan pandai besi Eropa tidak pernah
nanometer lebih besar dari yang lain. mampu menduplikasi baja inti padat
CNT ini berbentuk silinder dan tersusun Damaskus.
secara heksagonal. Tokoh yang dikenal memakai
Material ini merupakan salah satu pedang ini selain Panglima Perang
bahan terkuat dengan elasitas ting- Salib Shalahuddin Al-Ayyubi, adalah
gi dan daya tarik yang tinggi (Reibold para jenderal dan pejuang muslim
Kurdi dari Tikrit. Pedang yang dipakai
Panglima Shalahuddin al Ayyubi ini
disebut membawa kemenangan gem-
ilang pada Perang Salib, 1189-1192,
melawan Raja Inggris Richard I saat
berusaha merebut kota Baitul Maqdis
atau juga dikenal Yerusalem.
Dalam buku tahun 1825 yang di-
tulis Walter Scott The Talisman,
menggambarkan adegan pertarun-
gan Perang Salib antara Richard Li-
onheart dan Shalahuddin al Ayyu-
bi. “Bilah melengkung dan sempit,
yang berkilauan tidak seperti pedang
Frank, tetapi sebaliknya, dari warna
biru kusam, ditandai dengan sepuluh
juta garis berkelok-kelok...”, mewakili
pemenang dalam perlombaan senjata
abad pertengahan ini, tulis Scott. */
Hadijah
Jumadil Akhir 1443/Februari 2022 | MULIA 55

