Page 68 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 68
TARBIYAH
JANGAN MALU
MENGUCAPKAN
TIDAK TAHU
Para ulama lebih banyak menjaga ucapan karena kehati-hatian
Para Salafus Shalih sangat takut Peristiwa ini ini tidak hanya seka-
jika dimintai pendapat tentang ma- li. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Mah-
salah agama. Semakin alim orang, di bahwa seorang lelaki bertanya
biasanya mereka sangat berha- kepada Imam Malik, akan tetapi
ti-hati memberi pendapat hokum. tidak satupun dijawab oleh beliau
Pemandangan ini berbeda den- hingga lelaki itu mengatakan:“Aku
gan yang ada saat ini. Baru muncul telah melakukan perjalanan selama
di media sosial dan youtube, sudah 6 bulan, diutus oleh penduduk ber-
langsung mengharamkan ini itu, tanya kepadamu, apa yang hendak
bahkan mencap kelompok di luar aku katakan kepada mereka?“ Imam
ormas nya salah, tidak masuk ahlus Malik menjawab, “katakan bahwa
sunnah dll. Malik tidak bisa menjawab!“ (Nukilan
Fenomena maraknya media dari Al Maqalat Al Kautsari, 398).
sosial adalah lahirnya tokoh yang Seorang faqih besar Madinah,
merasa bangga, atau setidaknya Imam Madzhab yang dianut ribuan
senang jika ada yang bertanya kita ulama hingga kini, yang madzhab-
tentang keislaman. Padahal kapa- nya menyebar hingga Andalusia ti-
sitas dan bekal ilmu agamanya ma- dak segan-segan menyatakan bah-
sih minim. wa dirinya tidak mampu menjawab.
Adalah Al Khatib Al Baghdadi Tidak hanya beliau, para ulama Ma-
mengisahkan bahwa Imam Malik dinah juga amat berhati-hati dalam
ditanya 48 masalah, hanya dua menjawab masalah halal dan haram.
yang dijawab, dan 30 masalah Abu Hanifah, Imam Madzhab pal-
lainnya dijawab dengan, “la adri“ ing tua dari empat madzhab juga
(saya tidak tahu) (dalam Al Faqih pernah ditanya 9 masalah, semua
wa Al Mutafaqqih, 2/170). dijawab dengan “la adri”. (lihat, Al
64 MULIA | Jumadil Akhir 1442/Februari 2021

