Page 69 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 69
Faqih wa Al Mutafaqqih, 2/171).
“La Adri“
Sampai saat ini ada juga yang
masih mengira, jika seseorang ti-
dak tahu, lalu ia terus terang men-
gatakan “saya tidak tahu“, maka
sederet stigma negatif akan men-
empel kepadanya. Seolah-olah dia
kurang pengetahuan, bodoh, atau
kuper dll.
Beberapa ulama seperti Al
Mawardi dan Al Munawi menjelas-
kan, justru merupakan sifat orang
alim, jika ia tidak tahu maka ia terus (saya tidak tahu) adalah bagian dari
terang. ilmu. Seperti Abdullah bin Umar yang
Sebaliknya sifat orang bodoh, menyatakan: “Ilmu ada tiga: Kitab
jika ia takut mengatakan kalau dirin- yang dibaca, Sunnah yang ditegak-
ya tidak tahu, dan hal itu bukanlah kan, dan la adri.“ (Riwayat Ibnu Ma-
sebuah aib. “Kedudukan seorang jah).
alim tidak akan jatuh dengan men- Begitu pula Ibnu Mas’ud: “Sudah
gatakan “saya tidak tahu“ terha- masuk bagian ilmu, dengan menga-
dap hal-hal yang tidak ia ketahui. takan “Allahu A’lam“, bagi hal yang
Ini malah menunjukkan ketinggian tidak diketahui. (Riwayat An Nasai).
kedudukannya, keteguhan dien-nya, Bahkan menurut Al Ghazali, pa-
takutnya kepada Allah Ta’ala, ke- hala mereka yang mengaku terus
sucian hatinya, sempurna penge- terang tidak tahu lebih banyak, jika
tahuannya serta kebaikan niatnya. dibandingkan mereka yang mampu
Orang yang lemah dien-nya merasa menjawab. “La adri adalah setengah
berat melakukan hal itu. Karena ia dari pengetahuan. Barangsiapa diam
takut derajatnya jatuh di depan para karena tidak tahu dan itu dilakukan
hadirin dan tidak takut jatuh dalam karena Allah, maka pahalanya tidak
pandangan Allah. Ini menunjukkan lebih rendah daripada mengatakan
kebodohan dan keringkihan dienn- (karena dia tahu). Karena menga-
ya“. (dalam Faidh Al Qadir, 4/387- kui ketidaktahuan amat berat. Kare-
388). na kabaikan diam disebabkan tidak
Imam Al Mawardi juga menyebut- tahu karena Allah adalah bentuk
kan: “Jika tidak memungkinkan kewara’an (kehati-hatian) seperti
mendapat kesempatan untuk men- mereka yang menjawab karena tahu
guasai seluruh ilmu, maka jahil ter- adalah tabaru’an (pemberian). (lihat,
hadap beberapa masalah bukan Ihya’ ‘Ulum Ad Din, 1/69).
merupakan suatu aib. Jika demikian Apa yang dilakukan para salaf
maka janganlah engkau malu men- adalah dalam rangka menjaga dien
gatakan,“saya tidak tahu“, men- dan menjaga ucapan. Rasulullah
yangkut hal-hal yang engkau tidak sendiri bersabda yang artinya :“Ba-
tahu“. (lihat, Adab Ad Dunya wa Ad rangsiapa yang beriman kepada
Din, 82). Allah dan hari akhirat, maka henda-
Sehingga tidaklah heran jika para klah ia berkata baik atau diam.’’(HR.
salaf menyatakan bahwa “la adri“ Al Bukhari).* /Thariq
Jumadil Akhir 1442/Februari 2021 | MULIA 65

