Page 71 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 71
dan keakuratan informasi tersebut cari-cari kesalahan orang lain,
untuk menghindari adanya agen- dan tidak saling membenci, dan
da atau hal-hal buruk seperti fit- tidak memutuskan tali persauda-
nah, kecurangan dan merendah- raan (atau persekongkolan) me-
kan orang lain berdasarkan nafsu lainkan jadilah kamu sekalian
dan kebencian. sebagai hamba Allah sebagai
Perintah “tabayyun” merupa- saudara.” (HR: Bukhari).
kan perintah yang sangat penting “Dan seburuk-buruk hamba
agar kita terhindar dari prasangka. Allah adalah mereka yang ber-
Imam al-Syaukani berkata, “Yang jalan ke sana ke mari menyebar-
dimaksud dengan tabayyun ada- kan fitnah, yang menyebabkan
lah menelaah dengan seksama dan perpisahan di antara orang-
yang dimaksud dengan tatsabbut orang yang saling mencintai,
adalah berhati-hati dan tidak ter- yang berusaha mendatangkan
buru-buru, melihat dengan men- kesulitan kepada orang-orang
dalami suatu peristiwa dan berita yang tidak bersalah.” (HR. Ah-
yang akan datang, hingga menjadi mad dan Al-Bukhari dalam kitab
jelas dan cerah untuknya.” (Lihat al-Adab al-Mufrad)
Fath al-Qadir, 5/65).
Oleh karena itu seseorang ha- Medsos dan Ladang Dakwah
rus berhati-hati dalam setiap as- Di era globalisasi saat ini yang
pek dari apa yang dilakukannya. menghadapkan masyarakat pada
Allah menganggap serius tin- kemajuan teknologi yang sangat
dakan ini dan Nabi mengingat- pesat dengan kecepatan internet
kan umatnya untuk berhati-hati yang tidak terbatas, dapat dilihat
dalam menyampaikan berita sep- bahwa media sosial merupakan
erti hadits yang diriwayatkan oleh salah satu bidang dakwah yang
Abu Hurairah RA, “Sesungguhnya penting dan cocok dilakukan un-
seseorang terkadang mengucap- tuk meningkatkan dakwah Islam.
kan kata-kata yang menurutnya Konsep dakwah merupakan
baik-baik saja, kemudian (tan- aspek penting untuk menca-
pa diduga) ia jatuh dengan akal pai kebaikan dan kesuksesan
ke dalam neraka (yang dalam) dalam hidup. Terkait dengan
sejauh perjalanan tujuh puluh ta- itu, pendekatan media so-
hun.” (HR: al-Tirmizi /2314). sial mampu membuahkan ha-
Bicara yang benar saja bisa sil yang baik dalam berdak-
menyeret ke Neraka, apalagi sam- wah kepada masyarakat luas.
pai berburuk sangka, yang ujung- Dakwah di media sosial tentu
nya sampai fitnah. saja bermanfaat menyeru mas-
Dari Abu Hurairah RA, Nabi yarakat dan individu untuk beri-
bersabda yang artinya, man dan menaati Allah dan Ra-
“Jauhi prasangka buruk, kare- sul-Nya. Hal ini jauh lebih mulia,
na prasangka buruk adalah ke- ketimbang berbagi tulisan, foto,
bohongan besar. Dan janganlah video salah dan berpotensi me-
kamu melihat-lihat kesalahan nebar gosip dan fitnah. Wallahu
orang lain, dan tidak suka men- a’lam.*Masfufah
Jumadil Akhir 1443/Februari 2022 | MULIA 67

