Page 79 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 79

bagaimana pun tidak akan keluar    hoaks.
             apa-apa. Itu analogi yang penulis     Spirit inilah yang ditanamkan
             pakai, untuk memahamkan akan       sejak wahyu pertama turun. Yai-
             korelasi antara aktivitas baca dan   tu surat al-‘Alaq ayat satu. Yang
             tulis menulis.                     bunyi ayatnya adalah Iqra’ yang
                Tapia pa jawaban mahasiswa      artinya  bacalah.  Jadi,  sejak  awal
             itu? “Saya tidak suka membaca.”    ruh baca-membaca ini sudah dit-
                Inilah realitas yang terjadi. Di   iupkan ke dalam diri umat Islam.
             lain sisi, warkop-warkop di pinggir   Mengapa    demikian?    Sebab
             jalan, ramai, berjubel pengunjung.   dengan membaca itu akan ba nyak
             Tidak kenal lagi istilah PPKM dan   mengetahui. Tentang ba nyak hal.
             sejenisnya. Berjam-jam. Puluhan    Nutrisi otak dan hati terpenuhi.
             ribu dikeluarkan tak ada masalah.   Predikat  tertinggi;  me ngenal
                                                hakekat manusia sebagai hamba
             Jiwa Ilmiah                        yang lemah, dan hakekat Allah se-
                Bila kita rujuk bagaimana awal   bagai Tuhan yang Maha Penguasa.
             mula  kemunculan  Islam,  maka     Ini  ending tertinggi dari aktivitas
             kita dapati fakta bahwa agama      membaca.
             ini  menuntun  pemeluknya  untuk      Dengan kata lain, orang yang
             menjadi pribadi-pribadi ilmiah.    menanggalkan  aktivitas  memba-
             Suka membaca, dan gemar me-        ca ini, maka akan kehilangan san-
             neliti.                            daran ilmiah dalam menaungi ke-
                Gerakan-gerakannya       ber-   hidupan ini. Bersamaan dengan
             dasarkan  pada  nilai-nilai  keilmi-  itu, nutrisi otak dan hati yang akan
             ahan.  Bukan  asal,aapagi  sampai   membimbing  untuk mengetahui
                                                makna terdalam dari kehidupan di
                                                dunia ini akan hilang. Saat itulah ia
                                                terjatuh ke kenistaan yang nyata.
                                                   “Lau laa al-Ilmu lakaanan naa-
                                                su kal bahaimi (sekiranya bukan
                                                karena ilmu niscaya manusia itu
                                                bagaikan binatang ternak)”
                                                   Kalau sudah terjatuh demikian,
                                                apalah arti kehidupan ini?
                                                   Semoga, sedikit coretan ini bisa
                                                memberi spirit (tambahan) bagi
                                                kita untuk tampil sebagai gener-
                                                asi ilmiah, dengan menggalakkan
                                                semangat membaca, meneliti, me-
                                                nelaah, dan menjalankan apa yang
                                                sudah diketahui.  Wallahu ‘alamu
                                                bish-shawab.  *Pengajar di STAIL
                                                Surabaya



                                                       Jumadil Akhir 1443/Februari 2021 | MULIA  75
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84