Page 81 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 81

atau bahkan lebih dari apa yang     ketiga kalinya, sosok itu datang
            telah diterima.                     lagi. Kembali mencaci Abu Bakr
               Maka terapi untuk mengetas-      lagi. Kali ini, Abu Bakr tersulut. Ia
            kan persoalan ini, tidak lain de-   pun terpancing emosinya.
            ngan melatih diri menjadi priba-       Mendapati gelagat Abu Bakr
            di pemaaf.  Ini adalah pekerjaan    yang berubah, Nabi Muhammad
            berat. Tapi harus dilatih demi ke-     berdiri dan meninggalkan tem-
            maslahatan diri dan orang lain.     pat itu. Mengetahui perubahan
               Bicara perkara bahagia, pusat-   perilaku Nabi, beliaupun menyu-
            nya itu ada pada hati. Hati yang    sul  kemudian menanyakan  ten-
            tenang, akan menggiring pemilik-    tang sikap yang beliau tunjukkan.
            nya kepada puncak kebahagiaan.         Maka kata Nabi Muhammad
               Kata maaf, menjadi salah satu    menjelaskan; bahwa ketika Abu
            kuncinya.  Tidak hanya itu  keun-   Bakr bersabar dalam menghada-
            tungan yang bisa diperoleh.         pi cacian pertama, segerombolan
               Dengan kata maaf, keberkahan     Malaikat turun dari langit berhim-
            hidup pun akan didapat. Baik itu di   pun di posisi keduanya.  Pun de-
            dunia lebih-lebih di akhirat kelak.   mikian pada cacian kedua dimana
               Pernah dalam satu kesem-         Abu Bakr masih menahan diri,
            patan, Rasulullah    dan Abu Bakr   segerombolan malaikat dengan
            tengah duduk berdua. Secara te-     jumlah sama kembali turun.
            tiba, datanglah seseorang ke ha-       Tapi ketika Abu Bakr terpanc-
            dapan keduanya seraya mencaci       ing, semua malaikat itu pun be-
            maki Abu Bakr.                      bar,  dan  berganti  segerombolan
               Pada mulanya, ayah dari ibun-    syetan yang mendekati. Sebab
            da Aisyah itu hanya diam. Tidak     itulah Nabi Muhammad      angkat
            membalas.  Sampai  akhirnya  si     kaki.
            pemaki  itu pergi dari  hadapan        Inilah buah dari maaf itu.
            keduanya.                           Melapangkan hati yang melahir-
               Namun  tak  lama  berselang,  ia   kan  kemaslahatan.  Juga  mampu
            datang lagi. Kembali menghujank-    mengundang keberkahan. Se-
            an caci maki, tapi Abu Bakr tetap   moga Allah bimbing kita menja-
            pada posisinya tanpa mengubris      di pribadi pemaaf.  Allahumma
            cacian tersebut, hingga si pencaci   aamiin.
            kembali pergi.
               Tidak lama kemudian, untuk       *Pengajar di STAIL, Surabaya



                                                       Jumadil Akhir 1443/Februari 2021 | MULIA  77
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86