Page 32 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 32
EN
G
A
M
A
A
K
R
EN
I
K
E
T
A
D
I
H
EN
S
M
MENDEKAT KARENA MENGASIHI
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan
segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Markus 12:30
Bacaan: Markus 12:29-31
u a tu
uatu hari saya bersama rekan-rekan guru sedang mengecat pagar dengan warna pelangi di
taman bermain PAUD. Bukan hanya pagar saja yang sebenarnya berwarna pelangi, tapi juga
S Swarna tembok bangunan yang baru dibangun juga berwarna pelangi. Pada saat sedang
beristirahat sambil berbicara dengan salah satu rekan, tiba-tiba saya merenung tentang pelangi.
Dengan spontan saya mengucapkan kalimat, banyak orang hanya mau menikmati pelangi tapi
menolak hujan.
Peristiwa sederhana ini membawa saya merenung lebih lanjut tentang hubungan manusia
dengan Tuhan. Saya diingatkan kembali bahwa sebagai orang percaya, jangan hanya mendekat
kepada Tuhan karena mau berkat-Nya, tapi juga harus hidup menuruti ketetapan-ketetapan
firman-Nya. Seperti pada ayat yang kita baca pada renungan ini, di mana Tuhan menghendaki
anak-anak-Nya untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan
segenap kekuatan.
Secara manusia saja, kita pasti sedih atau kecewa kepada orang-orang yang hanya mendekat
kepada kita karena mereka menginginkan sesuatu dari kita. Saya percaya setiap orang merindukan
hubungan yang dilandaskan dengan ketulusan bukan karena motivasi terselubung. Begitu
juga dengan hubungan kita dengan Tuhan. Hendaklah hati kita didapati mengasihi Tuhan saat
melayani-Nya, bukan karena ingin menerima sesuatu dari-Nya.
PERENUNGAN
Mari kita periksa hati kita sekali lagi. Apakah saat ini kita masih melayani Tuhan dengan kesadaran
penuh bahwa kesempatan untuk melayani adalah sebuah kasih karunia? Ataukah kita telah
menjadi terbiasa karena sudah sering melakukannya? Saya berdoa kiranya kasih karunia Allah
senantiasa memberikan kita hati yang melayani-Nya dengan hati yang mengasihi Dia dan dengan
sukacita.
DOA
“Bapa di dalam sorga, aku bersyukur karena hanya oleh kasih karunia-Mu aku diperkenankan
untuk mendekat kepada takhta kasih karunia-Mu. Aku juga bersyukur karena Kau mau memakai
hidupku untuk menjadi alat-Mu untuk menggenapi rencana-Mu di bumi ini. Kiranya Kau senantiasa
memampukan aku untuk mengerjakannya dengan setia dan dengan hati yang tulus mengasihi-
Mu. Di dalam Nama Yesus, Amin.” SELASA
(Mona)
SELASA
30 AGUS
TUS
2
02
2

