Page 33 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 33
B
AG
R
A
H
E
I
A
B
BERBAHAGIA
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan
orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah
Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam
di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa
saja yang diperbuatnya berhasil.
Mazmur 1:1-3
Bacaan: Mazmur 1:1-6
ata
ata “Berbahagialah” yang berasal dari kata Ibrani 'ASH'REY dalam kebanyakan terjemahan
bahasa Inggris (termasuk KJV dan NIV) diterjemahkan dengan "Blessed" hal ini memang tidak
K Ksalah, tetapi kalangan Yahudi lebih memilih kata "Bahagia/ Happy/ Joy" bahkan merupakan
ungkapan/ ekspresi: kebahagiaan/ keriangan --> "bliss/ cheerfulness." Terjemahan Young's Literal
Translation dan New Living Translation menerjemahkannya dengan happiness dan joy.
Para penafsir Yahudi memandang ungkapan "ASH'REY" dari orang-orang benar ini merupakan
suatu keadaan dan ekspresi seperti yang digambarkan dalam Mazmur 1:3 "Ia seperti pohon, yang
ditanam di tepi aliran air." Maka dari itu "pohon" menjadi simbol bagi suku Asyer (salah satu suku
Israel).
Mari renungkan sebuah kisah mengenai keluarga Yakub. Pada jaman itu, mampu melahirkan
anak merupakan kehormatan yang tak tertandingi sebagai seorang istri. Ketika Rahel tidak segera
dapat melahirkan anak bagi Yakub, ia menjadi cemburu kepada Lea yang telah melahirkan Ruben,
Simeon, Lewi, dan Yehuda. Kemudian Rahel menyerahkan Bilha, budak perempuannya, untuk
melahirkan baginya anak dari Yakub, yaitu: Dan dan Naftali. Karena Lea mengira bahwa ia tidak
akan melahirkan lagi, Lea menyerahkan Zilpa untuk melahirkan anak baginya dari Yakub, yang
pertama adalah Gad dan kemudian Asyer. Dengan kelahiran anak laki-laki Yakub dari Zilpa ini, Lea
sangat berbahagia karena posisinya sebagai istri pertama semakin terotorisasi dan aman.
Kebahagiaan yang didapat karena tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tidak berdiri
di jalan orang berdosa, dan tidak duduk di kumpulan pencemooh, sebaliknya yaitu kesukaannya
adalah Taurat Tuhan dan merenungkannya siang dan malam bahagianya sama dengan Lea yang
melahirkan anak bagi Yakub supaya ia menjadi istri kesukaan. Artinya, kebahagiaan yang akan
didapat orang-orang yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam merupakan kebahagiaan
yang luar biasa, bukan kebahagiaan yang sesaat.
Maka dari renungan firman Tuhan hari ini, kita diingatkan untuk merenungkan firman Tuhan,
sehingga kebahagiaan itu akan memenuhi kehidupan kita dalam Tuhan.
PERENUNGAN
1. Bagaimana kehidupan anda? Apakah ada rasa bahagia dalam hidup anda?
2. Sudahkah anda merenungkan firman Tuhan siang dan malam, hingga hidup anda dipenuhi RABU
dengan kebahagiaan seperti yang tertulis dalam firman Tuhan?
RABU
DOA
“Tuhan, ajari kami untuk senantiasa merenungkan firman-Mu siang dan malam, hingga kami
mengalami dan memahami sebuah rasa bahagia yang seturut dengan firman-Mu. Kami percaya 31 AGUS
bahwa sumber bahagia dan sukacita kami adalah berasal dari pada-Mu saja. Terimakasih Tuhan,
dalam nama-Mu kami berdoa, amin.” 31 DESEMBER 2021
(Rosi) TUS
2
02
2

