Page 28 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 28

MENGHANCURKAN HIDUP YANG LAMA
                M      E    NG        H    A    NC        U     R    K    A    N      H    I D    U    P      Y   A    NG          L   A    M      A



                Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung

                ke depan, dan merebut kota itu.
                Yosua 6:20b


                Bacaan: Yosua 6

                         idup baru, adalah kata yang mungkin sering kita dengar di gereja, persekutuan, maupun
                         id u p
                         komunitas Kristen. Pada dasarnya, ketika manusia “mungkin” baru mengenal dan mengikut
                H HKristus, pasti teman-teman gereja atau komunitas menyematkan kata “Hidup Baru” ini
                kepada orang tersebut. Hidup baru ini bukanlah seperti pikiran umum manusia, bukan yang dari
                hidup miskin menjadi kaya, dari hidup kerja keras menjadi hidup yang santai, bukan seperti itu.
                Hidup baru ini adalah bagaimana manusia setelah mengenal Yesus Kristus ia meninggalkan hidup
                yang lama, meninggalkan kehidupan manusia lamanya. Seperti merokok, minum minuman keras,
                berbicara kotor, mudah marah, dan sebagainya. Intinya adalah hidup lama itu yang bukan dari
                Tuhan (tidak sesuai firman Tuhan) sudah dibuang, dan digantikan dengan hidup baru yaitu hidup
                sesuai Firman Tuhan, hidup dengan nilai-nilai Kristus.


                Salah  satu  firman  Tuhan  yang  berhubungan  dengan  hidup  baru  adalah  dalam  Yosua  6,  yang

                bercertia tentang runtuhnya tembok Yerikho. Awalnya dalam Yosua 6:1 “Dalam pada itu Yerikho
                telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar
                atau masuk” diceritakan bahwa tembok Yerikho menutup rapat supaya orang Israel tidak bisa
                masuk ke kota. Kemudian bangsa Israel disuruh Tuhan untuk mengelilingi kota beserta tembok
                itu dalam 7 hari, dan di hari terakhir tembok itu runtuh sehingga bangsa Israel bisa masuk ke kota.
                Yosua 6: 20 Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu
                mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah
                tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan,
                dan merebut kota itu.



                Tembok dan kota Yerikho ini adalah seperti hidup kita yang lama, hidup kita yang tertutup supaya
                Tuhan tidak bisa masuk. Kemudian runtuhnya tembok Yerikho ini berbicara tentang pertobatan
                dan pengorbanan, ketika kita bertobat kita harus mengorbankan hidup kita yang lama untuk
                dihancurkan dan diserahkan kepada Tuhan. Lalu ketika bangsa Israel masuk berbicara tentang
                Hidup Baru, hidup yang sudah mengenal dan taat pada Tuhan, sehingga hidup kita sepenuhnya
                diserahkan kepada Tuhan.



                PERENUNGAN
                Mungkin kita hanya mengenal Tuhan secara permukaan saja, ibadah hanya sebagai rutinitas, doa
                makan pun jarang. Itu bukanlah suatu pertobatan, tetapi pertobatan yang benar adalah ketika
                kita menghancurkan hidup kita yang lama, dan sepenuhnya hidup menurut kehendak Tuhan
                saja.                                                                                                                                         JUMAT



                DOA
                                                                                                                                                              JUMAT
                “Tuhan, kami bersyukur kalau penyertaan Tuhan masih ada dalam hidup kami. Ajari kami Tuhan
                untuk membuka hati kami lebih lagi, supaya Engkau dapat masuk sepenuhnya dalam hidup

                kami, kuasai setiap hidup kami Tuhan, jauhkan kami dari keinginan daging kami, kami hanya mau
                hidup menurut kehendak-Mu saja Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa dan                                                          26 AGUS
                mengucap syukur, haleluya, amin.”


                (Ryon)                                                                                                                                         TUS





                                                                                                                                                                2

                                                                                                                                                               02
                                                                                                                                                               2
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33