Page 24 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 24
TUHAN TERLEBIH DAHULU MENCARI
T U H A N T E R L E BI H D A H U L U M E N C A RI
K
I
TA
KITA
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada
waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-
pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di
manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini,
aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Kejadian 3:8-10
Bacaan: Kejadian 3:8-10
etika sedang saling berbagi dengan istri saya, tiba-tiba saya mendapat pesan di Kejadian
e
t
a
ik
3: 8-10. Dalam kisah ini, Hawa mengajak suaminya yang bersama sama dengan dia untuk
K Kmemakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Di ayat 8 di katakan, Tuhan
memanggil manusia dan berfirman "dimanakah engkau?".
Pada dasarnya, Tuhan ialah Tuhan yang Maha Tahu. Jadi saat manusia memakan buah tersebut,
Tuhan masi mencari manusia dan memanggil mereka. Walaupun kondisi manusia berdosa,
ternyata Tuhan tetap memanggil dan mencari di mana kita, namun seringkali kita justru
menghindari Tuhan saat kita jatuh dalam dosa, bahkan sering menyembunyikanya. Seperti yang
dilakukan oleh Adam dan Hawa.
Tuhan tidak bisa bersekutu dengan dosa, sebab itu walau dosamu merah seperti darah, Tuhan
tetap memanggil kita untuk kembali. Tuduhan dan rasa bersalah datang karena kita tidak mengerti
benar hati Tuhan.
Seperti dalam kisah Daud. Daud, merupakan raja yang bahkan dijuluki: A man after God's heart.
Walau dia sangat berdosa, namun dia selalu mengejar Tuhan. Dia sangat mengerti bahwa tiada
yang lain selain Tuhan. Jadi Daud selalu bertobat dan kembali kepada-Nya.
PERENUNGAN
1. Bagaimana kondisi kita hari ini?
2. Apakah kita masi bersembunyi dari Tuhan karena dosa-dosa kita?
3. Apakah kita mau kembali pada-Nya?
DOA
“Tuhan Yesus kami berdoa, kami memohon ampun atas dosa-dosa kami. Ajari kami mengerti
hati-Mu. Bukan kami yang mencari Tuhan, namun Engaku sendiri yang mencari kami. Seperti
bapa sayang kepada anaknya, demikianlah Engkau mengasihi kami dan selalu mencari kami. Hari SENIN
ini kami berdoa, Kau buka selubung yang menghalangi kami berjumpa dengan Engkau. Terima
kasih Tuhan. Dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, amin.”
SENIN
(Popo) 22 AGUS
TUS
2
02
2

