Page 20 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 20
H
BI
G
E
RI
D
A
M
E
P
E
N
A
N
L
LEBIH DARI PEMENANG
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah
mengasihi kita.
Roma 8:37
Bacaan: Roma 8:31-39
ah
d
ah
k
udahkah saya menang? Pertanyaan yang seharusnya mudah untuk dijawab oleh orang
u
percaya, tetapi seringkali menjadi sulit untuk dijawab. Mengapa seringkali kita sulit menjawab
S Spertanyaan semacam ini? Adakah kita mempunyai standar ‘kemenangan’ di dalam
kehidupan kita? Ketika saya berhasil mendapatkan apa yang saya mau, maka saya menang. Ketika
saya berhasil meraih semua tujuan hidup saya dan semua yang menjadi harapan saya, maka saya
adalah seorang pemenang. Namun ketika saya gagal mendapatkan apa yang saya mau, maka saya
menjadi pribadi yang kalah. Seringkali kita menggunakan cita-cita pribadi menjadi tujuan dalam
kehidupan. Kita beranggapan bahwa mencapai sebuah tujuan berarti meraih kemenangan. Saya
menang ketika saya berhasil masuk ke perguruan tinggi yang saya mau. Saya menang ketika
karir saya naik, ketika bisnis saya berkembang. Semuanya tentang pencapaian pribadi kita dan
melupakan tujuan Tuhan di dalam hidup kita.
Melalui surat yang ia tulis untuk jemaat di Roma, Paulus mengajarkan bahwa kasih Tuhan yang
memenangkan hidup kita. Kita menang bukan karena pencapaian pribadi kita. Kita sudah menang
di dalam semua hal ketika kita menerima kasihNya.
Kemenangan semacam ini tidak bisa kita raih sendiri. Kita tidak didesain dengan kemampuan
untuk menyelesaikan semuanya sendiri. Manusia punya batasan, tetapi Allah tidak terbatas. Roma
8: 31 mengatakan kita harus ada di pihak Allah untuk memenangkan semua pertandingan dalam
hidup kita. Tanpa Allah kita jelas tidak bisa memenangkan pertandingan. Setiap musim yang kita
lewati adalah bagian dari proses Allah membentuk pribadi kita. Setiap musim punya cerita dan
cara sendiri. Kita tidak bisa menggunakan cara lama di musim yang baru. Tuhan selalu punya
cara-Nya untuk membawa kita memenangkan setiap pertandingan. Dibutuhkan keyakinan iman
dan berserah penuh untuk Tuhan ambil alih hidup kita dan mengijinkan Tuhan berjalan di depan
kita.
Bagaimana mungkin kita meraih kemenangan kalau kita hanya berserah? Apakah dengan
merelakan mimpi pribadi, kita bisa menjadi pribadi yang menang? Sekali lagi, kasih-Nya tidak
bisa kita ukur dengan penalaran kita. Allah menyerahkan Anak-Nya sendiri untuk kita. Betapa
berharganya kita bagi Dia. Allah menjamin hidup kita ketika kita memberikan hidup kita untuk
menjadi alatNya. Roma 8: 32 menyatakan bahwa Allah akan mengaruniakan segala sesuatu
kepada kita.
Strategi, tuntunan, penyertaan, berkat, damai sejahtera, dan semua yang kita butuhkan akan
Tuhan karuniakan kepada kita ketika kita bersama-sama dengan Allah. Ketika kita berserah dan
membuka tangan kita untukNya, maka Tuhan akan menggandeng tangan kita dan menuntun.
Tiba-tiba apa yang mustahil bagi kita menjadi mungkin bagi Allah, disitulah letak kemenangan
kita. Oleh kasih-Nya kita lebih dari pada orang-orang yang menang. KAMIS
PERENUNGAN
1. Sudahkah kita menjadi seorang pemenang?
KAMIS
2. Ketika kita menyerahkan hidup dan cita-cita kita kepada Tuhan, Apakah kita kehilangan
kemenangan di hidup kita? 18 AGUS
DOA
“Tuhan, tolong kami menyadari bahwa di dalam kasih-Mu, kami sudah menjadi seorang pemenang.
Melalui karya salibMu, semua yang ada di dalam hidup kami sudah Tuhan selesaikan. Dengan
keyakinan iman kami mau untuk terus percaya dan berserah kepadaMu Tuhan. Ketika kami di TUS
pihak Allah, maka tidak ada yang dapat melawan kami. Amen” 2
(Ifan M.) 02
2

