Page 17 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 17
A
D
L
Y
O
U
T
A
L
SP
M
I
IR
A
E
D
P
T
I
I AM SPIRITUALLY ADOPTED
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi
kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba,
ya Bapa!”
Roma 8:15
Bacaan: Roma 8:1-17
en
enjadi seorang Kristen adalah kasih karunia terbesar yang pernah kita terima! Bagaimana
d
i
j
a
tidak? Kita yang berdosa ditebus oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Bahkan, kita
M Mjuga diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah! Roma 8:15 menyebutkan, barangsiapa
tinggal di dalam Tuhan akan menerima Roh Kudus yang menjadikan kita anak-anak Allah. Dalam
terjemahan bahasa Inggris, ayat ini berbicara tentang the spirit of adoption.
Anak yang diadopsi adalah adalah yang dipilih langsung oleh orang tua yang menginginkannya.
Dalam budaya Barat, seorang anak yang diadopsi akan mendapatkan legalitas sebagai anggota
keluarga, yaitu dengan diberikan nama belakang baru yang sesuai dengan nama orang tuanya.
Selain itu, seorang anak yang diadopsi akan menerima hak mereka sebagai anak, yaitu hak untuk
mendapat perlindungan, tempat tinggal yang layak, makan, minum, pakaian, termasuk hak
untuk dikasihi. Dari sini dapat disimpulkan bahwa anak yang diadopsi itu diterima, diinginkan,
serta dikasihi.
Sama halnya dengan kita sebagai anak Allah, we are spiritually adopted. Penggambaran the
spirit of adoption sebagai lawan dari the spirit of bondage/slavery (Roh perbudakan Roma 8:15a),
merupakan sebuah penekanan bahwa Tuhan lebih dulu mengingini kita datang sebagai anak.
Dosa dan kedagingan membuat kita hidup diperbudak oleh rasa takut (Roma 6:16) yang membuat
kita tidak lagi menyadari identitas kita sebagai seorang anak.
Tidak jarang bagi seorang anak yang diadopsi jika terkadang merasa “apakah bapaku betul-betul
mengasihiku?”. Namun, dalam Efesus 1:4-8 sekali lagi Tuhan berfirman melalui Paulus bahwa
Dialah yang memilih kita sebelum dunia dijadikan agar kita hidup kudus dan tak bercacat. Dalam
kasih, Ia menentukan kita untuk menjadi anak-anak-Nya.
PERENUNGAN
Jika Allah Bapa sendiri yang berkata bahwa kita adalah anak-Nya, masakan kita masih mau
menjauh dari kasih-Nya?
Biarlah Roh Kudus memampukan dan menyadarkan kita lebih lagi akan identitas kita sebagai
anak Allah yang dikasihi.
DOA
“Tuhan, terimakasih karena Engkau telah menjadikan kami anak-anak-Mu yang Engkau kasihi.
Ajari kami mengerti bahwa kami bukan lagi budak dosa, melainkan anak-anak yang memperoleh SENIN
kasih karunia di mata-Mu. Kami mau terus berada dalam kasih-Mu sebagai anak-anak kesukaan-
SENIN
Mu. Biar semakin hari Engkau semakin membuat kami mengerti arti dari sebuah kasih karunia
menjadi anak-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa, amen.”
(Alfanisa) 15 AGUS
TUS
2
15 DESEMBER 2021
02
2

