Page 16 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 16
P M
E
T
A
I I
P
N A
T
U T
E
R
A
A
K
I
L
A
NY
A
B
BIARKAN API ITU TETAP MENYALA
Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-
tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan
membakar segala lemak korban keselamatan di sana. Harus dijaga supaya api tetap menyala di
atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.
Imamat 6:12-13
Bacaan: Imamat 6:8-13
dalam Perjanjian Lama, dengan jelas Tuhan Allah berfirman kepada Musa agar para imam
D I
membakar korban dan menjaga api supaya tetap menyala. Korban bakaran ialah korban
DI ang sepenuhnya untuk Tuhan, jadi harus dipastikan kudus dan benar-benar semuanya
y
untuk Tuhan. Api yang harus terus-menerus menyala rupanya untuk memastikan seluruh korban
tersebut terbakar habis untuk Tuhan.
Di dalam kehidupan kekristenan kita hendaknya kita harus selalu ada api Tuhan! Minta Tuhan
sentuh kehidupan kita dengan api kasih-Nya senantiasa dan biarlah api itu terus menyala-nyala.
Tuhan mau setiap kita menjaga agar api Tuhan terus tetap menyala dalam kehidupan kita.
Bagaimana cara menjaga apinya?
Pertama: harus ada korban bakaran di atasnya. Ini berarti dalam kehidupan kita, kita harus
senantiasa memberi korban. Mempersembahkan kehidupan kita setiap harinya. Seperti para
imam membakar korban bakaran dan menjaga api tetap menyala setiap harinya.
Kedua: ketaatan. Dengan taat para imam harus setiap hari menjaga api itu. Yang Tuhan mau hal
ini bukan sebuah rutinitas ataupun perintah semata tetapi ada keinginan dan kerinduan untuk
menjaga api-Nya tetap menyala. Sama halnya dengan kita. Jangan terjebak rutinitas beribadah,
tetapi hendaknya ada kerinduan untuk bertemu dengan Dia. Maka api-Nya dalam hidup kita
tidak akan padam. Ketika lemak korban bakaran itu dibakar, maka lemak itu akan menghasilkan
minyak. Minyak berbicara tentang urapan. Biarlah senantiasa dan setiap waktu kita mencari
Tuhan, tinggal dekat dengan Dia. Hidup benar dalam Dia maka kita akan menerima urapan itu.
Kita harus menjaga urapan kita agar api itu tetap menyala.
PERENUNGAN
1. Sudahkah setiap hari kita menjaga api kita tetap menyala ?
2. Ataukah kita membiarkannya padam begitu saja?
DOA
“Tuhan bersyukur untuk segala sesuatu yang Tuhan berikan. Ajari kami menjaga api dalam
hidup kami tetap menyala. Ajari kami setiap hari memberi korban yang berkenan kepada-Mu.
Terimakasih Tuhan. Amin.” MINGGU
(Dwinur)
MINGGU
14 AGUS
TUS
2
02
2

