Page 11 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 11
IR
I
R
D
E
M
IN
C
CERMIN DIRI
“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat
keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.”
Galatia 6:4
Bacaan: Galatia 6:1-10
ar a
ara kerja sebuah cermin adalah memantulkan cahaya pada sebuah benda atau objek
tertentu yang ada di depan cermin, sehingga kita dapat melihat benda di dalam cermin
C Csecara langsung. Namun, ada bagian tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh cermin, yakni
bagian belakang. Bagian yang hanya dapat dilihat dengan bantuan orang lain. Mungkin nampak
depan bagian yang terlihat di cermin merupakan bagian yang terlihat baik dan bagus namun
belum tentu di bagian yang “tidak dapat dijangkau” itu. Oleh karena itu, kita membutuhkan orang
– orang yang ada di sekeliling untuk membantu melihat atau memberitahukan bagian yang tidak
dapat dijangkau oleh kita.
Namun faktanya adalah ketika orang memberitahukan bagian yang tidak nampak itu bahwa
bagian itu nampak tidak baik, bagaimanakah respon kita? Menerimanya? Atau bahkan malah
menganggap orang tersebut sedang menjelek – jelekkan kita atau menjatuhkan kita. Terlalu
cepat untuk down malah akan membuat kita sulit untuk menemukan sebuah rencana Tuhan.
Bagian yang buruk dalam hidup kita adalah untuk diperbaiki, bukan membuat kita bertambah
menyerah dan lemah.
Oleh karena itu, bagian yang terburuk dalam hidup kita dipakai Allah untuk membentuk
kehidupan kita agar sesuai rencana-Nya. Bagian yang hanya kita dapat kita temukan dengan
bantuan orang – orang di sekeliling kita. Mereka dipakai oleh Tuhan agar kita dapat terus berproses
seturut dengan gambaran-Nya. Bersyukurlah atas mereka!
Maka tidak ada satu bagian pun yang di luar apa yang Tuhan tetapkan. Bahkan dalam
kemenangan dan kekalahan kita sekalipun, baiklah kita menguji segala sesuatu-Nya sesuai
dengan standart Kerajaan Allah, cermin itu harus terus digunakan agar terus menerus kita ingat
bahwa kita hanyalah orang – orang yang ada karena beroleh kasih karunia, yang tidak dapat
menyombongkan atas pencapaian demi pencapain yang telah kita terima, karena menyadai
bahwa semuanya dari Tuhan.
Hal yang membuat kita tidak dapat menyadari adalah :
· Kita merasa semuanya atas usaha dan kekuatan sendiri. Sebuah bahaya yang akan terjadi ketika
kita ada di sebuah titik merasa bisa, karena di titik itulah sebenarnya kita sedang kehilangan
kerinduan untuk bergantung akan Tuhan.
· Kita terlalu sibuk menilai orang lain, lebih sibuk memasang ekspektasi terhadap orang lain dan
lupa bahwa sebelum kita meminta orang untuk pulih maka kita lah yang seharusnya terlebih dulu SELASA
mengalaminya
SELASA
PERENUNGAN
1. Sudahkah kita melibatkan Tuhan untuk lebih dalam menyelidiki hidup kita?
2. Berapa banyak hal yang membuat kita down saat orang sedang mengoreksi hidup kita?
3. Apakah kita menyadari, bahwa semua yang kita miliki dan terima itu adalah dari Tuhan? 9 AGUS
DOA 9 DESEMBER 2021
“Bapa di Sorga, bantu aku untuk bisa memiliki respon yang benar saat setiap kali Engkau sedang TUS
membentuk hidupku. Dan tuntunlah aku dalam rencanaMu, agar aku tidak salah jalan. Amen.” 2
(Beatrix) 02
2

