Page 10 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 10

PRESENCE OF GOD
                P    R    E    S    E   N     CE        O      F    G     O    D



                Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh

                rayat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan permepuan.
                Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.
                Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: “Bawalah efod itu kepadaku.”
                Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud.
                1 Samuel 30:6-7


                Bacaan: 1 Samuel 30:1-25


                         s
                         isah mengenai Ziklag yang terbakar mungkin sebuah kisah yang sudah tidak asing lagi bagi
                         i
                           a

                             h
                         kita (apabila kisah ini belum pernah anda baca, sebaiknya anda membacanya dahulu). Kisah
                K Kbagaimana seorang Daud mengalami keadaan yang terjepit dan tekanan karena orang-
                orang Israel yang kecewa melihat anak dan istri mereka diculik, belum lagi harta benda mereka
                yang ikut dibawa lari. Keadaan menjadi sangat tidak baik, bahkan rakyat mengatakan hendak
                melempari Daud dengan batu. Padahal, Daud sendiri pun kehilangan kedua istrinya. Namun ada
                hal yang menarik yang membuat Daud berbeda dari orang-orang di sekelilingnya, dalam keadaan
                tersebut, Daud lebih memilih untuk menguatkan kepercayaannya pada Tuhan dan kemudian
                mencari baju efodnya, segera menghadap Tuhan.



                        Sepanjang hidup Daud, ia adalah seseorang yang sangat mengerti kekuatan dari hadirat
                Tuhan. Daud tahu benar, melalui setiap pengalaman-pengalaman hidupnya bersama Tuhan,
                bahwa hadirat Tuhan ialah sebuah jawaban dari masalah-masalahnya.
                Hari ini kita akan belajar 3 hal tentang hadirat Tuhan:
                1. Dalam hadirat Tuhan ada kekuatan baru.
                Ketika kita masuk dalam hadirat Tuhan dan mencari pribadi-Nya, maka ada kekuatan yang baru
                dalam hidup kita. (Matius 11:28; Yesaya 40:29-31)



                2. Dalam hadirat Tuhan ada pengampunan.
                Ketika kita menyadari dosa dan kesalahan kita, jangan lari! Datang pada Tuhan, hampiri hadirat-
                Nya, maka disana ada pengampunan. (1 Yoh 1:9)


                3. Dalam hadirat Tuhan, IA menyatakan rahasianya pada kita.
                Ketika kita datang pada Tuhan, kita tidak sedang berbicara pada angin, namun benar-benar ada
                pribadi yang rindu berkomunikasi pada kita. Bahkan, seringkali, ketika kita menghampiri hadirat-
                Nya, Tuhan tidak ragu untuk menyatakan isi hati-Nya dan rahasia-Nya pada kita. (Efesus 3).



                PERENUNGAN
                1. Ketika mengalami hal-hal tidak enak dalam hidup kita, apakah kita lari kepada hadirat Tuhan?
                atau, justru kita semakin menjauh dari-Nya?
                2. Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mencari hadirat Tuhan?
                3. Ambil waktu untuk menghampiri Tuhan dan duduk diam dalam hadirat-Nya.                                                                      SENIN


                                                                                                                                                              SENIN
                DOA
                “Tuhan,  ampuni  kami  jika  seringkali  kami  melupakan  kekuatan  dari  hadirat-Mu.  Ampuni  jika

                kami lebih suka lari kepada hal lain selain Engkau, padahal Engkaulah sumber kekuatan dan
                pengharapan kami. Ajari kami untuk selalu memberi waktu yang terbaik untuk duduk diam dalam                                                    8 AGUS
                hadirat-Mu. Kami rindu mencurahkan isi hati kami pada-Mu, dan juga mendengar isi hati-Mu.
                Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.”                                                                                                           TUS


                (Adinda)                                                                                                                                        2




                                                                                                                                                               02
                                                                                                                                                               2
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15