Page 7 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 7
I
AD
H
R
AD
A
AR
AN
T
T
A
U
K
AN
H
S
SADAR AKAN HADIRAT TUHAN
Lalu Ia berkata kepada mereka:
“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
Markus 4:40
Bacaan: Markus 4:35-41
eb er a p a
eberapa waktu ini saya dan keluarga saya, baik keluarga rohani maupun jasmani, kami
sedang khawatir karena sesuatu yang sebetulnya cukup biasa. Tapi entah kenapa akhir-
B Bakhir ini seperti diperhadapkan dengan hal itu lagi, namun diiringi dengan rasa takut dan
khawatir. Mungkin beberapa dari saudara juga sedang merasakan hal yang sama, entah dalam
masalah keluarga, bisnis, komunitas, maupun masalah pribadi. Dan tanpa kita sadari setelah kita
khawatir, kita jadi lupa untuk mengucap syukur, serta lupa bahwa ada pribadi Tuhan dalam hidup
kita.
Kemudian, ketika saya membaca Alkitab dan bersaat teduh, saya terdiam dan berhenti sejenak di
Kitab Markus, tepatnya di pasal 4 perikop terakhir. Di situ saya menemukan cerita ketika Yesus dan
murid-murid-Nya sedang berlayar, kemudian mereka diperhadapkan dengan badai atau di situ
disebut angin ribut. Lalu mereka nampak ketakutan, khawatir, dan itu yang membuat mereka jadi
lupa bahwa ada pribadi Yesus yang bisa menolong mereka. Saya percaya kalau perikop ini pasti
sering kita baca atau bahkan kita dengar dari para pengkotbah. Tapi tidakkah kita sadari bahwa
terkadang kita menjadi seperti murid-murid Yesus yang ketakutan itu?
Hadirat Tuhan lebih besar dari apapun, bahkan dari masalah yang menurut kita sangat berat dan
mungkin kita merasa tidak bisa melewatinya. Hanya saja terkadang kita malah tidak sadar atau
bahkan lupa bahwa ada hadirat Tuhan dalam hidup kita. Oleh karena itu melalui renungan ini
saya mengajak untuk kita sama-sama terus dekat dan intim dengan Tuhan setiap hari, sehingga
membuat kita sadar ada hadirat Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita.
PERENUNGAN
Seperti kutipan lagu “Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi Dia berjanji selalu menyertai”
artinya bahwa semua proses hidup kita mungkin tidak akan berjalan mulus sesuai ekspetasi kita,
tetapi Tuhan akan selalu ada dalam hidup kita dan menuntun kita untuk melewati itu semua. Hal
yang terpenting adalah kita biasakan diri untuk terus bertemu dengan Tuhan lewat baca Alkitab,
berdoa, penyembahan dan apapun yang bisa membuat kita terus intim dengan Tuhan.
DOA
“Tuhan, kami bersyukur kalau Engkau terus mau ada dalam hidup kami. Kami mohon ampun
Tuhan, kalau terkadang kami tidak sadar ada hadirat Tuhan dalam hidup kita. Kami mau belajar
untuk terus melekat dengan Engkau saja Bapa. Terima kasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus
kami sudah berdoa dan mengucap syukur, haleluya, amin.” JUMAT
(Ryon)
JUMAT
5 AGUS
TUS
2
5 DESEMBER 2021
02
2

