Page 12 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 12
A
G
N
DI
T
ES
US
P
K
A
Y
YESUS DITANGKAP
Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada
mereka: “Siapakah yang kamu cari?”
Yohanes 18:4
Bacaan: Yohanes 18:1-11
etika Yesus ditangkap, IA sedang berada di taman Getsemane bersama murid-murid-
e t ik a
Nya. Taman biasanya digambarkan sebagai sebuah tempat yang menyenangkan untuk
K Kberkumpul, tempat yang memberi kenyamanan. Ironisnya, Yudas yang telah merencanakan
untuk mengkhianati Yesus tahu juga tempat itu dan ia datang juga ke tempat tersebut bersama
dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang telah diperintahkan oleh Imam-
imam kepala dan orang-orang Farisi.
Ketika kita ada di tempat yang nyaman sekalipun, tidak membuat kita lantas tidak mengalami
masalah. Masalah apapun bisa tiba-tiba datang menghampiri kita. Orang-orang yang dekat
dengan kita, yang kita percaya, yang mungkin kita pikir tidak mungkin melakukan hal yang jahat,
bisa saja mengkhianati kita. Alkitab menuliskan, Yudas beserta dengan pasukan datang dengan
perlengkapan lentera, suluh, dan senjata. Jika kita menghadapi ini mungkin kita takut, bingung,
ingin menghindar atau melarikan diri karena sepertinya apa yang kita hadapi mempunyai kekuatan
yang sangat besar.
Belajar dari reaksi Tuhan Yesus yang telah mengetahui lebih dahulu semua yang akan menimpa
diri-Nya, justru Tuhan Yesus maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu
cari?”
Yesus tidak mundur, tidak melarikan diri, akan tetapi Tuhan Yesus menghadapinya.
Pertanyaan Tuhan Yesus tadi malah justru memperjelas siapa Dia dan siapa ataupun apa yang
sedang dihadapi-Nya. Alkitab menuliskan, bahwa dua kali Tuhan Yesus menjawab: “Akulah Dia”.
Yesus juga tidak melibatkan orang-orang yang ada di sekeliling-Nya. Dia bahkan juga berkata:
“Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”
Simon Petrus berreaksi dengan pedangnya sampai memutuskan telinga hamba Imam
Besar. Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu. Bukankah Aku harus minum cawan
yang diberikan Bapa kepada-Ku?”
Pada waktu kita tahu apa harus kita hadapi dan itu memang kehendak Tuhan, kita butuh
hikmat untuk mengetahui orang-orang di sekeliling kita, apa mereka menopang kita untuk
melewati perjalanan yang harus kita lalui atau justru menghalangi karena ketidakmengertian
mereka. Hadapilah apa yg harus kita hadapi dengan keberanian, karena kita tahu siapa diri kita,
identitas kita, bahwa kita adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan dan Dia berkenan kepada kita.
Amin. RABU
PERENUNGAN
Apakah kita ketakutan dan penuh kekuatiran untuk menghadapi proses hidup yang diijinkan
RABU
Tuhan terjadi dalam hidup kita?
Apakah kita percaya bahwa Tuhan menyertai kita senantiasa dalam melewati setiap hal yang
harus kita lewati dalam hidup kita? 10 AGUS
DOA
“Tuhan, kami percaya bahwa setiap hal yang terjadi dalam hidup kami ada dalam rencana dan
kehendak-Mu. Kami percaya Engkau menyertai kehidupan kami. Ajari kami percaya dan berharap TUS
hanya kepada-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.” 2
(Caren) 02
2

