Page 22 - Renungan El Bethel - AGUSTUS 2022
P. 22
U
A
N
H
A
EN
M
R
K
A
SEMUA KARENA TUHAN
SE
A
U
T
Beginilah firman Tuhan: “Terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang
hatinya menjauh daripada Tuhan.
Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan.
Yeremia 17:5 & 7
Bacaan: Yeremia 17:5-8
a
aya percaya ayat-ayat perenungan hari ini tidaklah asing di telinga orang-orang percaya.
ay
Terutama di bagian ayat yang ke tujuh yang menjadi favorit banyak sekali orang Kristen.
S SMeski ini ayat-ayat yang familiar bahkan sudah sangat dihafal, tapi dalam kehidupan sehari-
hari apakah prinsip kebenaran ini sungguh-sungguh diterapkan?
Kalau kita harus jujur, bukankah seringkali tanpa disadari kita juga menaruh harapan pada
manusia? Entah dalam hal pelayanan, tanggung jawab dan lain-lain? Memang, itu semua adalah
perasaan-perasaan yang manusiawi. Itulah kecenderungan hati manusia, yaitu melihat apa
yang ada di depan mata. Bahkan saya sendiripun menyadari bahwa ada masa di mana ketika
saya merasa mampu atau mengandalkan manusia. Tapi Tuhan itu baik. Dia sangat sabar dalam
mendidik anak-anak-Nya. Ketika Dia melihat kita mulai tidak mengandalkan Dia, dengan cara-
Nya Dia akan mendidik kita.
Seperti yang saya alami baru-baru ini, dalam proses mengerjakan proyek. Sejak bulan April,
saya sudah membuat perhitungan, bahwa begini begitu akan saya kerjakan. Tapi memasuki bulan
Mei, entah kenapa saya merasa tiba-tiba buntu. Ingin mengerjakan tapi seperti tidak bisa. Ini sempat
membuat mental saya down dan panik karena saya sendiri yang memasang target harus selesai.
Dalam kekalutan saya, saya menjadi sadar bahwa saya tidak bisa menganggap remeh hal apapun
yang saya kerjakan, sekalipun itu sederhana. Di situ saya bertobat dan minta ampun pada Tuhan
karena saya merasa bisa melakukannya. Kemudian saya menyerahkan seluruh kekhawatiran saya
pada Tuhan dan puji Tuhan, Tuhan memberi pertolongan bagi saya untuk melanjutkan apa yang
saya kerjakan.
PERENUNGAN
Terkadang karena kita sudah terbiasa mengerjakan sesuatu, kita merasa bisa dan seperti tidak
memerlukan campur tangan Tuhan. Lewat perenungan ini, kiranya kita selalu disadarkan bahwa
dalam mengerjakan apapun, kita memerlukan kekuatan yang dari Tuhan.
DOA
”Bapa, aku bersyukur untuk renungan hari ini. Aku boleh diingatkan untuk sepenuhnya
mengandalkan Engkau dalam hal apapun yang aku kerjakan. Ampuni aku kalau sering
menggunakan kekuatanku sendiri. Kiranya oleh Roh-Mu, aku selalu diingatkan untuk selalu
bersandar pada kekuatan-Mu. Dalam Nama Yesus, Amin. ” SABTU
(Mona)
SABTU
20 AGUS
TUS
2
02
2

