Page 28 - PAI Kelas IV
P. 28

Ayo Membaca



                                             Inilah Sosok yang Berjasa Menulis Al-Qur’an

                  Umat Islam di Indonesia biasanya memperingati Nuzulul Qur’an setiap 17 Ramadan. Meski ada per-
                  bedaan pendapat tentang waktu turunnya Al-Qur’an, kalian perlu mengetahui sosok yang berjasa
                  menulis Al-Qur’an dan wahyu bagi Rasulullah saw. Pada zaman Rasulullah saw., Al-Qur’an ditulis na-
                  mun masih terpisah satu dengan lainnya. Kemudian, pada zaman Abu Bakar Sidik mulai ditulis dan
                  dikumpulkan dalam bentuk lembaran-lembaran.
                      Penulisan Al-Qur’an dalam satu kitab (mushaf) merupakan saran dari Umar bin Khattab lantaran
                  banyaknya penghafal Al-Qur’an yang wafat di medan perang. Barulah pada masa Khalifah Usman bin
                  Affan, untuk pertama kali Al-Qur’an ditulis dalam satu mushaf. Mushaf ini kemudian dikenal dengan
                  sebutan Mushaf Usmani atau Al-Imam.
                      Lalu, siapakah sosok yang pertama kali menulis Al-Qur’an? Beliau adalah Zaid bin Tsabit r.a. Dalam
                  sejarah Islam, Zaid dikenal sebagai penulis Al-Qur’an dan wahyu bagi Rasulullah saw. Nama lengkapnya
                  adalah Zaid bin Tsabit bin ad-Dahak bin Zaid Ludzan bin Amru r.a.
                      Sebagai penulis Al-Qur’an, Zaid bin Tsabit dikenal dengan fisik dan akal yang sehat. Ketika Zaid
                  menulis, dia berada di hadapan Rasulullah saw. disaksikan Malaikat. Hal ini dijamin keasliannya seba-
                  gaimana dalam Al-Qur’an Surah Al-Ḥāqqah (69) pada ayat 44 sampai 45. Zain bin Tsabit mengumpulkan
                  para penghafal Al-Qur’an untuk menguatkan kebenaran ayat-ayat atau menyamakan.
                      Setiap penghafal Al-Qur’an membawa dua saksi yang menguatkan bahwa dia adalah seorang hafiz.
                  Hingga dihadirkan seorang hafiz yang hanya memiliki satu saksi. Pada zaman Usman bin Affan, para
                  sahabat telah berpencar ke seluruh penjuru dunia. Dengan demikian, Usman bin Affan menemukan
                  masalah baru, yaitu perbedaan cara membaca Al-Qur’an sehingga nyaris membuat mereka bertengkar
                  dan saling menyalahkan.
                      Perbedaan ini menjadi gambaran keindahan dalam pembacaan Al-Qur’an.  Tatkala terjadi per-
                  bedaan ini, Usman bin Affan mengumpulkan Lajnah Tashih Al-Qur’an untuk menuliskan mushaf yang
                  sesuai bacaan sebuah daerah. Mushaf yang dijadikan patokan adalah mushafnya Hafsah binti Umar bin
                  Khatthab. Maka setiap pengiriman satu mushaf ke satu daerah dikirimkan pula syeikh (qari’nya)
                  Sumber: https://bit.ly/48VkT6y (dengan pengubahan)






                         Ayo Menulis


                  Tulislah Al-Qur’an Surah Al-Ḥujurāt (49) ayat 11 dengan benar! Tulislah pada buku tugas kalian masing-
                  masing seperti pada tabel berikut! Setelah itu, kumpulkan pada guru kalian untuk dilakukan penilaian.

                        Dipisah           Disambung            Lafal Al-Qur’an Surah Al-Ḥujurāt (49) Ayat 11













                12      Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas IV
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33