Page 32 - PAI Kelas IV
P. 32
Al-Qur’an Surah Al-Ḥujurāt (49) ayat 11 secara garis besar mengi-
sahkan tentang pesan-pesan dalam kehidupan sosial di masyarakat.
Adapun dalam ayat 10 diceritakan tentang hubungan di antara orang-
orang yang beriman. Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah
saudara, jangan berbuat aniaya dan jangan membiarkan melakukan
aniaya.
Orang yang membantu kebutuhan saudaranya akan Allah Swt.
bantu kebutuhannya. Begitu pun orang yang melonggarkan satu
kesulitan dari seorang muslim akan Allah Swt. longgarkan satu ke-
sulitan yang dimilikinya pada hari Kiamat. Begitu juga pesan orang
yang menutupi aib saudaranya akan Allah Swt. tutupi kekurangan-
nya pada hari Kiamat. Al-Qur’an Surah Al-Ḥujurāt (49) ayat 10 juga
mengisyaratkan dengan jelas bahwa persatuan dan kesatuan akan
melahirkan rahmat bagi manusia. Sebaliknya, perpecahan antar-
sesama akan mengundang lahirnya bencana dan berujung pada
pertumpahan darah.
Al-Qur’an Surat Al-Ḥujurāt (49) ayat 11 memberikan pelajaran
bagi manusia untuk berhati-hati dalam berinteraksi atau berkomu-
nikasi dengan orang lain. Sering kali ditemui berita-berita hoaks,
saling fitnah, atau tentang perundungan (bullying). Allah Swt. men-
ciptakan manusia dari suku dan bangsa yang berbeda, dari per-
bedaan tersebut akan tampak kelebihan dan kekurangan masing-
masing. Kelebihan yang kalian rasakan jangan sampai membuat
orang lain merasa lemah atau direndahkan. Janganlah kaum lelaki
dan perempuan saling mengejek yang lain, boleh jadi yang diejek
itu lebih baik dari mereka yang mengejek. Jangan pula suka men-
cela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan panggillan yang
buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah kefasikan sesudah beriman.
Al-Qur’an Surah Al-Ḥujurāt (49) ayat 11 turun berkenaan dengan
ejekan yang dilakukan kelompok dari Bani Tamim terhadap para
sahabat Rasululullah saw. yang tidak punya banyak harta seperti
Bilal, Suhaib, Salman al-Faris, Salim Maula Abi Huzaifah, dan lain-
lain. Riwayat lainnya menyebutkan bahwa ayat ini berkenaan
dengan ejekan sebagian perempuan kepada Safiyah binti Huyay bin
Akhtab (salah seorang istri Nabi Muhammad saw.) yang merupakan
keturunan Yahudi. Nabi Muhammad saw. kemudian berkata kepada
Safiyah, “Mengapa tidak kamu katakan kepada mereka bahwa
bapakku adalah Nabi Harun a.s., pamanku adalah Nabi Musa a.s., dan
suamiku adalah Nabi Muhammad saw.?”
Dalam riwayat lain diceritakan seorang sahabat Nabi Muham-
mad saw. yang terganggu pendengarannya. Oleh karena itu, beliau
melangkahi sekian banyak orang di majelis Nabi Muhammad saw.
untuk bisa berdekatan dan mendengar tausiah Nabi Muhammad
saw. Tsabit ditegur oleh seseorang, tetapi Tsabit balas bertanya,
“Siapakah ini?” Ketika orang itu menjawab, “Saya fulan” maka Tsabit
menyatakan bahwa orang itu anak fulanah yang terkenal dan memiliki
16 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas IV