Page 22 - Ebook Puyuh Petelur_Kelompok 6
P. 22

20.







                  Gangguan Kesehatan Puyuh





             Puyuh tergolong unggas yang relatif tahan terhadap serangan penyakit. Kematian
             akibat serangan penyakit atau faktor non infeksius lain hanya sekitar 10% (Wuryadi,
             2013). Namun sudah sepatutnya jika kita tetap harus memperhatikan manajemen
             pemeliharaan,  program  kesehatan  dan  biosecurity  yang  digunakan,  serta

             menciptakan  lingkungan  nyaman  bagi  puyuh.  Faktor  penyebab  gangguan
             kesehatan  puyuh  dan  menurunnya  produktivitas  bisa  dikelompokkan  menjadi  2,
             yaitu faktor infeksius dan non infeksius.




             A. Non-Infeksius


                1. Puyuh  mudah  mengalami  stres.  Setiap  kali  puyuh  dipindahkan  dari
                 kandang  starter  ke  kandang  grower  serta  dari  kandang  grower  ke
                 kandang  layer,  puyuh  akan  mengalami  stres.  Tingkat  stres  yang  tinggi

                 pada  puyuh  dapat  menyebabkan  menurunnya  produksi  telur.  Stres  bisa
                 disebabkan pergantian musim atau akibat suhu terlalu panas. Suhu yang
                 ideal untuk puyuh ialah 24-30°C dengan kelembapan 85%.
               2. Kepadatan  puyuh  dalam  kandang  merupakan  salah  satu  faktor  yang
                 perlu  dipertimbangkan  karena  tingkat  kepadatan  yang  tinggi  akan
                 mengakibatkan  puyuh  tidak  leluasa  beraktivitas,  temperatur  kandang
                 naik,  akumulasi  gas  amonia  dari  feses,  cekaman  panas  sehingga  puyuh

                 mudah  terserang  penyakit.  Kandang  yang  terlalu  padat  juga
                 mengakibatkan banyak puyuh yang terinjak-injak hingga mati (terutama
                 masa starter).
               3. Kecukupan  nutrisi  dalam  ransum  juga  berpengaruh  besar  terhadap
                 produktivitas  dan  kondisi  kesehatan  puyuh.  Jika  puyuh  kekurangan  nutrisi
                 yang dibutuhkan maka akan terjadi defisiensi yang memudahkan terjadi
                 gangguan  kesehatan  dan  produktivitas.  Selain  itu,  kelebihan  nutrisi
                 contohnya  kadar  protein  berlebih  dapat  meningkatkan  kadar  amonia
                 dalam  feses.  Puyuh  yang  kegemukan  karena  mendapat  nutrisi  yang
                 berlebihan bisa mengalami prolapsus akibatnya lemahnya perototan saat

                 mengeluarkan telur.
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27