Page 40 - e modul sistem pengapian.zip
P. 40
Gambar 3.13. Diagram blok system pengapian CDI
Secara sederhana sistem pengapian CDI digambarkan dengan skema seperti pada gambar
di atas, dan rangakaian tersebut jika dikelompokkan menjadi elemen-elemen yang lebih kecil
sesuai dengan kerjanya masing-masing maka dapat dikelompokkan menjadi enam blok seperti
pada gambar. Keenam bagian utama dari sistem pengapian CDI tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut.
a. DC to DC converter. Bagian ini berfungsi untuk mensuplai tegangan untuk pengisian
kapasitor. Bagian ini pada prinsipnya terdiri dari rangkaian pengubah arus searah
(DC) dari baterai menjadi (seolah-olah) arus bolak- balik (AC) dengan rangkaian
flip-flop. Arus AC yang dihasilkan kemudian dinaikan tegangannya oleh transformator
step up menjadi sekitar 300 sampai 500 Volt dan kemudian disearahkan kembali
dengan dioda sistem jembatan.
b. Tegangan tinggi inilah yang digunakan untuk mengisi kapasitor. Secara sederhana
dapat dijelaskan bahwa bagian ini berfungsi untuk mengubah arus DC menjadi AC
kemudian dinaikan tegangannya dan kemudian disearahkan kembali menjadi DC.
c. Kapasitor. Bagian ini berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang disuplai oleh DC
to DC converter.
d. Contact point atau pick up coil. Bagian ini berfungsi sebagai pemicu (trigger) atau
penghasil sinyal untuk mengaktifkan thyristor.
e. Amplifier. Bagian ini berfungsi sebagai penguat sinyal yang dihasilkan oleh bagian
pembangkit sinyal sehingga sinyal tersebut cukup kuat untuk mengaktifkan thyristor.
f. Thyristor switch. Bagian ini berfungsi untuk mengalirkan energi dari kapasitor ke koil
37