Page 49 - e modul sistem pengapian.zip
P. 49

Akibatnya, pada kumparan sekunder timbul tegangan  tinggi  yang kemudian di salurkan ke busi.

                 Sinyal IGF digunakan oleh ECM untuk untuk menentukan apakah sistem pengapian bekerja atau

                 tidak.  Berdasarkan  sinyal  IGF,  ECM  akan  tetap  memberikan  arus  ke  pompa  bahan  bakar  dan
                 injektor.























                                            Gambar 4.3.  Bagian-bagian dalam igniter

                         Igniter  merupakan  komponen  sistem  pengapian  yang  langsung  menerima  perintah  dari

                 komputer (ECM)  melalui  sinyal  IGT  untuk  melakukan  pengapian.  Fungsi  utama  igniter  adalah

                 untuk  memutus  dan  menghubungkan  arus  primer  koil  berdasarkan  sinyal  IGT,  namun  ada
                 beberapa fungsi lainnya dari igniter, yaitu sebagai 1) unit pembangkit sinyal konfirmasi pengapian

                 (IGF), 2) dwell angle control, yang berfungsi untuk mengontrol lamanya power transistor ON atau
                 lamanya  arus  primer  mengalir,  3)  lock  prevention  circuit,  rangkaian  yang  berfungsi  untuk

                 mematikan transistor jika arus mengalir ke kumparan primer koil dalam waktu yang lama, 4) over
                 voltage  prevention  circuit,  rangkaian  yang  berfungsi  untuk  mematikan  transistor  jika  tegangan

                 power  supply  terlalu  tinggi,  5)  current  limiting  control,  rangkaian  yang  dapat  menjamin  arus

                 primer  yang  konstan  setiap  saat  baik  pada  putaran  rendah  maupun  tinggi  sehingga  tegangan
                 sekunder selalu tinggi, 6) tachometer signal.

                         Sinyal Ne dan sinya G merupakan sinyal putaran poros engkol poros nok. Meskipun ada
                 perbedaan pada sistem pengapian, penggunaan sinyal Ne dan G konsisten atau sama. Sinyal Ne

                 menunjukkan  posisi  poros  engkol  dan  putaran  engine.  Sinyal  G  (juga  disebut  sinyal  VVT)
                 memberikan  identifikasi  posisi  tiap  silinder.  Dengan  membandingkan  sinyal  G  dan  sinyal  Ne

                 ECM  mampu  mengidentifikasi  silinder  yang  sedang  melakukan  langkah  kompresi.  Hal  ini

                 diperlukan untuk menghitung sudut poros engkol (sudut saat pengapian), saat sistem pengapian


                                                                46
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54