Page 50 - e modul sistem pengapian.zip
P. 50

bekerja.  Pengaturan  maju  mundurnya  saat  pengapian  dilakukan  dengan  mengatur  sinyal  IGT

                 oleh ECU.















                                                Gambar 4.4.  Pemajuan sinyal IGT

                         Sinyal  IGT  merupakan  sinyal  untuk  mengaktifkan  igniter  sehingga  koil  dapat  bekerja

                 menghhasilkan tegangan tinggi. Oleh karena itu, memajukan atau memundurkan saat pengapian
                 dilakukan  dengan  mempercepat  atau  memperlambat  sinyal  IGT  ke  igniter.  Dengan  berubahnya

                 saat pemberian sinyal IGT, maka tegangan tinggi koil untuk menghasilkan percikan api dari busi
                 juga menjadi maju atau mundur. ECM menghitung dan menetapkan sinyal IGT berdasarkan mode

                 dan  kondisi  kerja  engine.  Pemberian  sinyal  IGT  didasarkan  terutama  pada  sinyal  sensor  posisi

                 poros engkol, sinyal sensor posisi poros nok, beban engine, temperatur, sensor knock, dll. Secara
                 global  kontrol  saat pengapian  terbagi  menjadi  dua,  yaitu  1)  kontrol  pengapian  saat  engine  di

                 start, dan 2) kontrol pengapian setelah start.
                         Kontrol pengapian saat start adalah saat pengapian yang diset pada waktu yang tetap tanpa

                                                                                               0
                 memperhatikan  kondisi  kerja  engine  dan  disebut  initial  timing  angle  (5  –  10   sebelum  TMA).
                 Kontrol saat pengapian setelah start di dalamnnya meliputi  1)  kontrol  pengapian  saat  engine  di

                 start, 2) sudut pengajuan pengapian

                 dasar  (basic  ignition  advence  angle),  dan  3)  kontrol  pemajuan  pengapian  korektif  (didasarkan
                 pada warm up correction, over temperature correction, stable idling corection, EGR correction,

                 AFR  feedback  correction,  knocking  correction,  torque  control  correction,  other  correctionn,
                 maximum and minimum advance angle control)


                 2.  Elelectronic Spark Adavance (ESA) dengan Distributor

                         Sistem pengapian ini masih menggunakan distributor untuk membagikan tegangan tinggi
                 dari  koil  ke  tiap  busi  sesuai  dengan  urutan  penyalaannya  (FO  =  firing  order).  Distributor

                 memberikan  masukan  kepada  ECM  melalui  sinyal  Ne  dan  G.  berdasarkan  masukan  itu,  ECM
                 mengolahnya  dan  memberikan  input  kepada  igniter  untuk  melakukan  pengapian.  Pengaturan

                                                                47
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55