Page 47 - e modul sistem pengapian.zip
P. 47
• Dapat membedakan sistem pengapian
DIS model independent ignitiondan
simultaneous
Ignition
Menjelaskan • Dapat menjelaskan penempatan busi pada
sistem pengapian i-DSI
prinsip system • Dapat menjelaskan prinsip penyalaan
pengapian pada kedua busi di sistem pengapian i-DSI
intelegent Dual
Squential
Idgnition
(i-DSI)
B. Sistem Pengapian Terkontrol Komputer
1. Pendahuluan
Sistem pengapian terkontrol komputer merupakan sistem pengapian yang ada pada engine
yang sudah menggunakan sistem bahan bakar injeksi (EFI). Pengontrolan pengapian dilakukan
oleh komputer (electronic control unit) yang juga sebagai pengontrol sistem penginjeksian bahan
bakar. Pengontrolan ini terutama pada sistem pemajuan / pemunduran saat pengapian (ignition
timing) yang disesuaikan dengan kondisi kerja engine. Pada sistem pengapian yang dikontrol
komputer, engine dilayani dengan sistem pengapian yang sangat mendekati karakteristik saat
pengapian yang ideal. Komputer unit menentukan saat pengapian berdasarkan masukan-
masukan dari sensor dan memori internalnya yang memiliki data saat pengapian yang optimal
untuk setiap kondisi putaran engine.
Setelah menentukan saat pengapian, komputer unit memberikan sinyal saat pengapian ke
igniter. Bila sinyal tersebut dalam posisi OFF, igniter akan memutus aliran arus primer koil
dengan cepat sehingga terjadi tegangan tinggi pada kumparan sekunder. Sistem pengapian
terkontrol komputer terbagi menjadi beberapa kategori dasar, yaitu : 1) sistem pengapian dengan
distributor, 2) sistem pengapian tanpa distributor / distributorless ignition system (DLI), 3) sistem
pengapian langsung / direct ignition system (DIS). Komponen utama sistem pengapian terkontrol
komputer terdiri dari 1) sensor poros engkol (sinyal Ne), 2) sensor poros nok (sinyal G), 3) igniter,
4) koil, kabel-kabel, dan busi, 4) Komputer (ECM) dan input-inputnya. Diagram blok dari sistem
pengapian terkontrol komputer / electronic spark advance (ESA) adalah sebagai berikut.
44